batampos.co.id – Ketua DPRD Natuna, Yusripandi mengatakan, APBD perubahan tahun 2017 ini molor dari target. DPRD belum menerima rancangan APBD perubahan hingga saat ini.

Dikatakan Yusripandi, keterlambatan Pemerintah mengusulkan Rancangan APBD Perubahan tahun ini disebabkan masih menunggu APBN Perubahan disahkan.

“Alasan ini menyebabkan keterlambatan APBD perubahan, bisa dimaklumi,” kata Yusripandi kemarin.

Dikatakannya, saat ini pendapatan Natuna murni bergantung dari dana APBN yang disalurkan ke daerah. Tidak terdapat pendapatan asli daerah yang mampu menopang kebutuhan anggaran daerah.

“Katanya RAPBD perubahan sudah siap di eksekutif, cuma mereka belum menyampaikannya ke dewan. Alasannya tunggu kepastian APBN perubahan,” ujar Yusripandi.

Menurutnya, Pemerintah daerah juga harus berhati-hati dalam menyusun anggaran perubahan. Karena Natuna sangat rawan terjadi defisit anggaran.

“Salah perhitungan dengan asumsi pendapatan daerah bisa defisit,” sebut Yusripandi.

Namun menurut Yusripandi, asumsi  memperkirakan APBD Natuna tahun 2017 ini tidak mengalami defisit dengan indikasi serapan dan pelaksanaan kegiatan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang cukup bagus.

“Natuna sudah banyak dapat serapan dana alokasi khusus dan dana alokasi umum. Ditambah dana perimbangan migas, meski DBH menurun drastis. Dalam pengesahan APBD Natuna 2017 sebesar Rp 1,1 triliun,” sebut Yusripandi​. (arn)

Respon Anda?

komentar