Investasi PMDN Batam Naik 25 Persen

batampos.co.id – Sebanyak 16 perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) merealisasikan rencana investasinya di Batam sepanjang semester I tahun ini. Nilainya mencapai Rp 253,01 miliar atau naik sekitar 25 persen dibanding periode yang sama pda tahun sebelum.

Perusahaan-perusahaan antara lain PT Goodwill dengan bidang usaha jasa industri untuk berbagai pengerjaan khusus logam dan barang dari logam. PT Perkasa Beton Batam, industi mortar atau beton siap pakai, PT Bumi Lestari Kencana Pusaka dengan bidang usaha industri barang dari logam siap pasang untuk konstruksi lainnya, dan PT Lims Nautical Shipyard, industri kapal dan perahu serta jasa reparasi kapal, perahu dan bangunan terapung.

Kemudian PT Depindo Trikarya Mandiri, bidang usaha jasa industri pengerjaan khusus logam dan barang dari logam, PT Fujii Iron Works Teknologi, juga jasa industri pengerjaan khusus logam dan barang dari logam, dan PT Adam Baja Prima untuk sektor perdagangan dan reparasi. Lalu PT Sinyotama Indonesia untuk bidang usaha industri tangki/tabung LPG (reparasi/perbaikan), tandon air dan wadah dari logam serta PT Lafarge Cement Indonesia, aktifitas pengepakan semen.

Selanjutnya PT Jaya Sejati dengan bidang usaha perdagangan barang bekas dan sisa-sisa tak terpakai (scrap). PT Gajah Izumi Mas Perkasa, industri air minum dan air mineral. PT Citra Shipyard, industri pembuatan kapal, perahu dan banan terapung. PT Kumala Mitra Lestari, industri kapal dan perahu. PT Sinar Evolusi Global, perusahaan bidang perdagangdan dan reparasi. Yang terakhir adalah CV Aneka Cipta, industri tepung campuran dan adonan tepung.

Nilai investasi yang naik drastis adalah industri makanan. Di semester I tahun lalu hanya satu proyek dengan nilai investasi Rp 5 miliar. Sedangkan di tahun ini menjadi dua proyek dengan nilai investasi Rp 17,9 miliar.

“Jadi industri makanan itu di Batam masih sangat menjanjikan. Di tengah situasi sulit sekarang, ternyata kuliner itu masih tetap hidup,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Batam, Gustian Riau, Senin (21/8).

Untuk sektor jasa, tahun ini pun ada satu realisasi investasi dengan nilai investasi Rp 16,6 miliar. “tahun lalu, tidak ada investasi. Ini sangat luar biasa,” katanya.

Sektor industri alat angkutan dan tranportasi lainnya juga meningkat. Jika di tahun lalu hanya satu proyek dengan nilai investasi Rp 9,8 miliar, maka tahun ini menjadi 3 proyek dengan nilai investasi Rp 199 miliar. “Jadi untuk industri alat angkutan ini menyumbang 78 persen dari semua investasi,” katanya.

Pekerja galangan kapal.
foto: dalil harahap / batampos

Industri mineral non logam tahun lalu tidak ada realisasi, tahuni ini ada satu proyek yang realisasi dengan nilai investasi Rp 9,5 miliar. Satu-satunya sektor yang mengalami penurunan adalah sektor industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik. Jika di semester lalu ada 6 proyek dengan nilai investasi Rp 81, 1 miliar, semester tahun ini hanya lima proyek dengan nilai investasi Rp 7,1 miliar.

Dari serapan tenaga kerja, Semester I tahun ini juga jauh lebih banyak dari semester tahun lalu. Dari 16 proyek yang ada di semester I, diperkirakan mampu menyerap tenaga kerja 1.629 orang. Sementara Semester I tahun lalu hanya 945 orang.

“Yang paling banyak serap tenaga kerja adalah industri alat angkutan lebih dari 1000 orang. Kemudian industri makanan sekitar 400 orang,” katanya.

Gustian juga optimis, di semester II realisasi investasi PMDN juga akan meningkat. Seperti tahun-tahun sebelumnya. Apalagi ia melihat saat ini sudah mulai ada geliat pertumbuhan ekonomi di Batam.

“Kita yakin akan meningkat. Saat rencana investasi ada 19 perusahaan, baru 16 yang realisasi. Mungkin bisa jadi di semester II realisasinya. Kalau PMA mungkin lesu, karena mungkin sepi proyek ke luar negeri. Tetapi investor lokal masih percaya dengan Batam,” katanya.

Keyakinan itu juga muncul, karena saat ini pengurusan perizinan di Pemko Batam sudah serba elektronik. Pengusaha tidak perlu lagi datang ke kantor dinas PM-PTSP untuk melakukan pendaftaran atau pengurusan. “Jadi sudah secara elektronik. Dan kalau memang semua persyaratan lengkap, satu hari akan langsung selesai,”katanya.

Wakil ketua komisi II DPRD Kota Batam Sallon Simatupang mengatakan perekonomian di Batam saat ini saat lesu dibanding beberapa tahun lalu. Tetapi ia percaya dengan data dari BPS dan PMDN ini, ia yakin bahwa ekonomi Batam mulai bangkit.

“Ini menjadi kabar baik. Komitmen dari semua pihak diharapkan dalam hal ini. Terutama dalam perizinan. Jangan sampai dipersulit. Berikan kemudahan, investor semakin banyak masuk dan ekonomi pasti membaik,” katanya.

Ketua Kadin Batam Jadi Rajagukguk menyambut baik kenaikan investasi dalam negeri ini. Apalagi ada sektor industi alat angkutan dan tranportasi yang juga naik. “Ini bagus, tetapi harus dipastikan apakah ada proyek mereka. Tetapi intinya ini menjadi perhatian pemko untuk terus memberikan kemudahan bagi investor,” katanya.

Menurut Jadi, saat ini, beberapa rekannya di galangan kapal masih mengeluhkan karena sepinya proyek pengerjaan kapal. Ia berharap ada kebijakan dari pemerintah untuk melakukan lobi ke pemerintah pusat atau ke negara tetangga untuk mempercayakan perusahaan Batam dalam membuat kapal.

“Saat ini ada perusahaan tapi tak ada pekerjaan. Ini harus mendapat perhatian serius dari semua pihak,” katanya. (ian)

 

Respon Anda?

komentar