Gubernur Kepri Nurdin Basirun bersalaman dengan Ustaz Abdul Somad, saat tabliq akbar di Lapangan Pamedan Tanjungpinang, Senin (21/8) F. Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengajak masyarakat Kepri merapatkan barisan guna bersama-sama menyukseskan pembangunan. Karena dalam membangun daerah, perlu dukungan penuh dari masyarakat.

“Dengan kebersamaan dan saling bahu-membahu maka keberhasilan membangun daerah InsyaAllah dapat segera dicapai,” kata Nurdin saat menghadiri tablig akbar bersama Ustaz Abdul Somad, di Lapangan Pamedan, Tanjungpinang, Senin (21/8) malam.

Nurdin menyebutkan, dalam Islam, pesan untuk merapatkan barisan atau shaf selalu ada ketika salat berjamaah. Salat berjamaah itu pahalanya berlipat ganda. Di situ seakan digambarkan bahwa dengan bersama-sama mengerjakan kebaikan, ganjarannya lebin besar.

“Karena itu membangun daerah perlu pula bersama-sama agar manfaat yang dihasilkan lebih besar dan lebih luas,” ujar Nurdin.

Menurut Nurdin, agama sangat penting sebagai pondasi pembangunan di Kepri. Dalam berbagai kesempatan, Nurdin selau menyampaikan penting membangun dengan pondasi agama. Demikian juga pesannya kepada sejumlah kepala OPD.

Nurdin menyebutkan dirinya bahagia dengan kehadiran Ustaz Abdul Somad memberi tausiahnya untuk masyarakat Kepri. Dalam kunjungan ke Kepri, Ustaz Somad hadir di sejumlah masjid di Batam, Bintan, dan Tanjungpinang.

“Semoga ceramah beliau dapat memberikan manfaat dan hidayah bagi kita semua masyarakat Kepri. Agar kita tetap menjalin kebersamaan, bersatu tidak terpecah belah dan bersatu dalam kekeluargaan,” ujar Nurdin.

Antuasias masyarakat juga sangat tinggi terhadap Ustaz Abdul Somad. Nurdin berharap dengan kegiatan seperti inilah jika digelar secara konsisten dapat memupuk akidah Islam yang kuat pada masyarakat. Antusias masyarakat sudah terlihat sejak satu jam sebelum acara. Mereka sudah memadati Lapangan Pamedan.

Kesempatan tersebut Ustaz Abdul Somad dalam ceramahnya yang berjudul tentang Indahnya hidup di bawah naungan syariat Islam mengatakan bahwa tema tersebut berarti besar.

Sebelum Islam datang, di Arab masyarkatnya dipisah-pisahkan strata hidupnya dari orang miskin hingga kaya. Namun, ketika Islam datang maka semua itu dihapuskan. “Duduk sama rendah tegak sama tinggi, seperti yang kita lihat malam ini, semua duduk bersama tanpa memandang pangkat jabatan dan kedudukan kita,” ujar UAS, sapaan akrab Ustaz Abdul Somad.

UAS melanjutkan bahwa Islam datang, menghormati isi kepala orang, tidak lagi membangga-banggakan keturunan, warna kulit dan sebagainya. UAS mencontohkan ketika Baginda Rasulullah memerintahkan umat untuk salat dan yang bertindak sebagai muadzin adalah seorang budak kulit hitam yakni Bilal. “Karna yang dibawa mati adalah iman dan amal saleh, bukan kedudukan kekayaan ataupun kesenangan dunia lainnya,” lanjutnya UAS.

Tampak hadir pada kesempatan ini Sekdprov Kepri H TS. Arif Fadillah, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, Wakil Walikota Tanjungpinang Syahrul, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepri Husnizar Hood, Sekdako Tanjungpinang Riono dan tokoh masyarakat. (bni)

Respon Anda?

komentar