Parlindungan Sinurat yang diduga mengeluarkan komentar yg melecehkan surat Al Maidah ini pernah mencalonkan diri jadi caleg. F. facebook.

batampos.co.id – Warga Bintan resah adanya postingan akun facebook dan twiter parlindsinurat. Manager salah satu perusahaan asal Singapura di Kawasan Industri Bintan (KIB) Lobam itu juga aktivis buruh di Bintan itu diduga melakukan penistaan agama, dengan memposting almangotot 51.

Kades Teluksasah Erdis Suhendri membenarkan, ada keresahan masyarakat terhadap postingan itu. Karena itu, dia memanggil pemilik akun bernama Parlindungan Sinurat untuk mempertanyakan kebenaran postingan tersebut dengan mengundang Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

“Saudara Parlin membenarkan jika itu adalah akunnya, tapi tidak ada maksud untuk menghina,” katanya.

Persoalan ini katanya, akan dimediasikan agar tidak menciptakan kegaduhan di masyarakat. Anggota Komisi I DPRD Bintan, Raja Miskal yang juga mengaku sudah
menerima postingan itu berharap, jangan ada oknum yang membuat
pernyataan yang meremehkan masyarakat. Terutama bersinggungan agama,
karena sangat sensitif.

Warga yang terusik dengan kalimat Parlin Sinurat mendatangi rumahnya bersama aparat. F.facebook

Persoalan ini harap legislator asal PKS ini supaya diselesaikan pihak
kepolisian hingga tuntas. Jangan sampai ada gelagat dari masyarakat
yang main hakim sendiri. “Polisi diharapkan cepat bertanya ke yang
bersangkutan agar jelas,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing dengan
isu yang belum jelas.

Sementara itu, Kapolsek Bintan Utara Kompol Jaswir mengatakan, belum ada laporan kepolisian terkait persoalan dugaan penistaan agama. Hanya, ia mengaku babhinkamtibmas dan babinsa di desa sudah menemui yang bersangkutan.

“Belum tahu apakah ada tujuannya ke sana atau belum,” katanya.

Namun demikian pihaknya tetap mengantisipasi agar tidak terjadi
keributan di masyarakat. Pihaknya sudah melakukan pendekatan dengan
tokoh masyarakat dan tokoh agama di Lobam.

“Harapan kami masyarakat jangan cepat percaya,” tukasnya.

Sebelum dihapus komentar Parlin sempat di screen shoot sehingga diketahui oleh pengguna medsos. F. Facebook.

Kapolres Bintan AKBP Febrianto Guntur Sunoto mengatakan, tim cyber
Polres Bintan menjadwalkan menemui pemilik akun tersebut untuk meminta
klarifikasi, Rabu (23/8) hari ini. “Bagaimana hasil klarifikasinya
apakah nanti masuk pidana atau UU ITE, tergantung besok,” tukasnya.

Pemilik akun Parlindungan Sinurat mengaku itu akunnya dan tulisan
almangotot51 adalah benar. “Benar itu akun saya, tapi saya ingin
mengklarifikasi bahwa itu bukan kicauan status twitter saya melainkan
komentar saya di salah satu komentar netizen,” jelasnya.

Ia juga menegaskan, tidak bermaksud melecehkan agama manapun. Namun,
itu ditujukan ke netizen lainnya. Namun, komentar itu sudah discreenshot sebelum dihapusnya. Ia menduga screenshot tadi diedit dan dibuat seolah kicauannya.

“Melalui akun, saya juga sudah meminta maaf kepada seluruh netizen
agar tidak menyinggung pihak manapun,” tuturnya.

Ia menambahkan, saat ini muncul akun parlindsinurat yang merupakan akun palsu. Pemilik akun itu membuat suasana semakin panas di tweeter.
“Mudah-mudahan netizen tak terprovokasi akun yang menyerupai milik saya. Saya juga minta maaf jika ada salah tafsir kepada netizen karena saya tidak bermaksud melecehkan agama,” tukasnya. (cr21)

Respon Anda?

komentar