batampos.co.id – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), menjadi ancaman bagi masyarakat Bintan. Terkhususnya saat kondisi cuaca belakangan ini.

Pasalnya, dalam kurun waktu sejak bulan Juli hingga pertenghan bulan Agustus, tercatat sedikitnya sudah 11 orang terserang penyakit yang disebabkan virus dengue yang ditularkan nyamuk Aedes Aegypti, dan harus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjunguban.

Hal ini disampaikan Kasubag Humas RSUD Tanjunguban, Ahmad Nasib, Selasa (22/8).
Ia mengatakan lingkungan yang kotor, tentunya menjadi faktor utama yang sangat mempengaruhi mudahnya gejala penyakit DBD menyerang warga.

“Bulan kemarin (Juli, red) sudah 11 orang yang menjalani perawatan akibat terserang penyakit DBD disini. Dan ini merupakan jumlah terbanyak dari bulan sebelumnya,” terangnya, di RSUD Tanjunguban, Selasa (22/8).

Apalagi dengan kondisi cuaca saat ini yang terbilang ekstrem dan tidak menentu, pastinya akan mendukung proses penularan yang cepat melalui jentik-jentik nyamuk yang terus berkembang biak, khususnya di lingkungan yang kotor dan lembab.

“Cuaca yang kadang hujan, kadang panas juga salah satu penyebabnya. Apalagi kalau lingkungan sekitar rumah kita dibiarkan kotor begitu saja, tentu jadi sarangnya nyamuk. Sehingga mempercepat penularan virus berbahaya tersebut,” jelasnya.

Menurutnya, peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam upaya memberantas penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan nyamuk Aedes Aegypti ini. “Kesadaran warga sangat penting,” katanya.

Untuk itu, lanjut Ahmad masyarakat juga diimbau untuk lebih memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar. Termasuk memperhatikan bak-bak dan penampungan air yang menjadi sarang nyamuk.

“Gerakan 3M (menguras, menutup, mengubur) plus dipercaya juga sebagai cara terampuh melawan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Dan ini harus rutin dilakukan,” imbuhya. (cr20)

Respon Anda?

komentar