Bintan kembali sukses menggelar ajang internasional Ironman 70.3 Bintan 2017. Ini prestasi yang ciamik karena sejak digelar pertama kali tahun 2015, peserta terus bertambah. Kesuksesan pergelaran sebelumnya dan keindahan Bintan yang membuat peserta meningkat.

Duabelas pria serentak menabuh genderang menyambut Mike Phillips yang mencapai garis finish Ironman 70.3 Bintan. Bunyi genderang itu bak menyambut pahlawan yang baru saja pulang berperang dan membawa kemenangan. Yah, tabuhan nan rampak itu ada benarnya. Mike Pihilips meraih kemenangan setelah berjuang selama hampir empat jam untuk menaklukkan arena Ironman 70.3 Bintan, Minggu 20 Agustus 2017.

Mike Phillips menjadi atlet pria tercepat dengan waktu 3 jam 54 menit dan 37 detik. Terpaut dua menit dan 41 detik dari juara kedua Domenico Passuello dari Italia. Sementara juara bertahan Fredrik Croneborg dari Swedia terperosok ke peringkat ketiga dengan waktu 4 jam 1 menit dan 55 detik.

Tak hanya atlet pria saja yang mendapat sambutan begitu hangat dan antusias. Atlet wanita yang pertama mencapai garis finish demikian. Anak-anak berdiri di sisi kiri kanan lintasan menuju gerbang finish. Memukul-mukulkan balon tepuk dan dibarengi suara elu-eluan yang riuh. Lalu 12 pria di ujung depan gerbang finish menabuh genderang untuk sang juara.

Atlet wanita tercepat adalah Amelia Watkinson dengan waktu 4 jam 20 menit dan 54 detik. Menyusul Anna Eberhardt dari Hungaria finish dengan waktu 4 jam 33 menit dan 13 detik. Lalu juara bertahan, Kate Bevilaqua harus puas di posisi ketiga dengan waktu 4 jam 41 menit dan 46 detik. Bagi Amelia Watkinson, kemenangan ini menunjukkan dominasinya. Ia sebelumnya juara di Ironman 70.3 Philipina.

Mike Phillips dan Amelia Watkinson pun sukses mengawinkan medali emas Ironman 70.3 Bintan pada kategori elite pria dan wanita. Sebab keduanya atlet asal Selandia Baru. Bagi Phillips, Bintan tempat yang indah dengan pantai yang menyenangkan. Salah satu arena renang dan trek sepeda terbaik yang pernah ia jajal.

“Trek sepeda sungguh menantang dengan jalur yang cepat. Trek yang sangat bagus secara keseluruhan,” kata Phillips saat sesi wawancara.

Bintan memang menyajikan pemandangan yang indah dan alam yang hangat bagi ribuan atlet dari berbagai negara pada Ironman 70.3 Bintan 2017. Ditambah kehangatan masyarakatnya yang rela berdiri di pinggir jalan untuk menyemangati peserta. Serta ribuan pengunjung yang datang langsung ke pusat arena di Lagoi Bay, Bintan. Mereka tak hanya datang dari kota lainnya di Indonesia, tetapi juga wisatawan mancanegara.

Inilah yang menarik peserta Ironman 70.3 untuk kembali datang ke Bintan. Ironman 70.3 Bintan kali ini diikuti 1.150 atlet dari 39 negara. Naik 28 persen dari tahun sebelumnya. Sebanyak 80 persen dari luar negeri. Peserta dari usia 18-80 tahun. Melonjaknya peserta didorong oleh meningkatnya rating tingkat kepuasan atlet pada survei Ironman 70.3 global tahun 2016 yang mencapai 95 persen. Event ini pun menempati peringkat pertama di Asia. Terbaik ketiga di dunia.

Ironman 70.3 Bintan satu dari lebih dari 100 Ironman 70.3 series global. Dalam ajang kelas dunia ini, atlet berenang 1,9 km, bersepeda 90 km, dan lari 21 km. Sejak subuh, mereka berkumpul di Lagoi Bay, Bintan. Sementara lomba dimulai pukul 06.00 waktu Indonesia bagian barat. Diawali atlet elite pria, menyusul atlet elite wanita, dan berturut-turut atlet amatir berdasarkan katagori umur.

Atlet memulai dengan berenang di pantai yang berpasir putih satu lap. Arena renang ini terpilih sebagai yang terbaik di Asia oleh AsiaTri.com karena karakteristikanya. Hangat, tingkat visibility yang cemerlang, dan tanpa gelombang. Begitu juga juga trayek sepeda, terbaik di Asia, dengan single lap, pemandangan yang indah sepanjang rute, hutan hijau, dan tepi pantai yang fantastis.

Lalu para triatlet mengakhiri lomba di arena lari dengan pemandangan yang bervariasi dan tentunya indah. Melewati pantai, tepian hutan, dan melalui danau. Rute lari mengelilingi danau ini memberikan kesempatan bagi triatlet melihat atlet lainnya. Para triatlet pun mengakhiri harinya dengan pengalaman yang tak terlupakan di Bintan.

Bisa dikatakan, Ironman 70.0 Bintan ini bukan sekadar ajang lomba triathlon berkelas dunia. Ia juga ajang yang memamerkan keindahan alam Bintan. Ajang yang mengabarkan keelokan alam tropis Indonesia kepada dunia. Salah satu ajang kualifikasi kejuaran dunia Ironman ini pun semakin mengangkat pamor Bintan.

Bintan memang memiliki destinasi wisata kelas dunia yang sudah tersohor di Kawasan Wisata Terpadu Lagoi atau Bintan Resorts. Kawasan ini seluas 23 ribu hektar dan menghadap Laut China Selatan. Destinasi wisata utama berupa pantai yang spektakuler di utara pulau dengan hamparan pasir putih. Di kawasan ini tersedia prasarana dengan fasilitas modern seperti hotel, club, spa,lapangan golf serta resort-resort yang sangat indah dan menakjubkan. Bintan pun dikenal karena resort-resort yang indah.

Resort yang sudah mendunia itu antara lain Nirwana Garden Resort, Banyan Tree Resort, Angsana Resort dan Spa Bintan, Ria Bintan Golf Lodge, Bintan Lagoon Resort, Club Met Bintan, dan Sancaya Resort. Bintan juga memiliki berbagai syarat yang harus dimiliki sebagai satu destinasi. Mulai dari aksesibilitas, amenitas juga atraksi.

Bahkan semua unsur tersebut di Bintan telah berstandar dunia dengan keragaman yang dapat dinikmati wisatawan dari berbagai kalangan. Tak pelak, destinasi kelas dunia dan Ironman 70.3 Bintan semakin mengukuhkan Bintan sebagai destinasi lengkap yang pantas dikunjungi.

“Destinasi kita sangat lengkap, bahkan di Bintan punya kolam renang yang ada hanya di Bintan, kita punya lapangan golf, kita punya resort yang lengkap. Jika anda membawa keluarga, sudah pasti akan tertampung di sini dan semua happy dengan alam yang asli dan tidak dimiliki negara lain. Kita punya keindahan alam yang bisa kami persembahkan di Ironman. Tentu ini akan memberikan dampak yang besar,” begitu kata Kepala Dinas Pariwisata Bintan Luki Zaki Prawira. (AHMADI SULTAN, Bintan)

Respon Anda?

komentar