Tony Hardjanto. F. Aulia Rahman./batam Pos.

batampos.co.id – Pemerintah bersama TNI Angkatan Laut terus mencegah terjadinya aktifitas ilegal fishing di laut Natuna Utara. Tidak hanya melalui hubungan diplomasi Kementerian Luar Negeri, pencegahan juga dilakukan armada perang TNI AL di laut Natuna Utara.

Danlanal Ranai Kolonel Laut (P) Tony Herdjanto mengatakan, sejauh ini aktivitas ilegal fishing di laut Natuna Utara masih bisa terkontrol melakukan pencegahan bersama tim Satgas 11g ilegal fishing Natuna yang terdiri pihak berwenang baik TNI AL dan kapal patroli pihak terkait.

Dikatakanya, intensitas pencegahaan sudah dilakukan sejak tiga bulan terakhir. Dengan melibatkan lima KRI secara bergantian dan pesawat pengintai TNI AL. Dan berhasil menghalau kapal ikan asing terutama berbendera Vientam.

“Sejak tiga bulan ini upaya pencegahan terus dilakukan. KRI terus halau kapal ikan asing berbendera Vietanam di laut Natuna Utara. Memang intensitas sampai akhir bulan
Agustus ini sudah menurun,” sebut Tony, ditemui di restoran Sisi Basisir Ranai, Selasa (29/8).

Pencegahan dilakukan katanya, untuk antisitasipasi terjadinya tindakan ilegal fishing di laut Natuna Utara. Sehingga tidak langsung dilakukan penangkapan. Namun jika masih terus memaksa masuk wilayah ZEEI, maka di proses di Lanal Ranai.

“Sakarang ada sekitara tiga kapal ikan asing berbendera Vietam sejak
tiga bulan ini dilakukan pencegahaan,” kata Tony.

TNI AL kerjasama satgas 115, terus halai kapal ikan berdera asing
berbedara Vietnam, untuk mencegah agar tidak mencuri ikan lagi,” kata
Tony.Saat ini satuan operasi patroli laut Natuna Utara kata Tony,
bersama Satgas 155 Ilegal Fishing dan

TNI Al libatkan lima KRI secara bergantian. Disatu sisi pencegahaan
juga mendapat kendala, karena kapal ikan berbendara Vietanam meski
jumlahnya sedikit, tetapi dikawal cost guard.

“Sekarang masing-masing mempertahankan delegitimasi wilayah, tentu KRI
tetap konsisten, dimana batas wilayah ZEEI,” ujar Tony.

Saat ini pun, selain melakukan pencegahaan di lauat. Pemerintah
bersama kementerian terkait baik Kementerian luar negeri terus
melakukan perundingan diplomatik maupun secara politik untuk
menyelasikan persoalan klaim batas wilayah antara Vietnam dan Indo
nesia di laut Natuna Utara.

Saat ini Vietam masih mengklaim batas wilayah maritim di laut Natuna
Utara. Sekarang masih proses delemitas, Pemerintah Pusat pun terus
berusaha cepat untuk penyelesaian klaim batas maritim laut Natuna
UTara antara Vietnam.

“Belum adanya landas kontingen ini, nelayan Vietnam terus dibayangi
cost guardnya. Tetapi KRI tetap bertindak, kalau bersikeras masuk
ZEEI. Namun upaya halau dan mengusir dikedepankan,” tegas Tony. (arn)

Respon Anda?

komentar