Ilustrasi

batampos.co.id – Joni, 45 warga RT 001 RW 003 Kelurahan Sei Lakam Timur, Kecamatan Karimun, terkejut melihat istrinya Suzana,33, tergantung di salah satu tiang di dalam rumahnya, Rabu (30/8) pukul 03.14 WIB. Joni lalu keluar rumah dan berteriak minta tolong ke tetangga.

“Kami mendapat laporan dari masyarakat sekitar bahwa ada peristiwa gantung diri. Pada saat sampai di rumah kontrakan Joni, ternyata memang benar ada seorang wanita yang sudah terbaring dalam keadaan meninggal dunia. Sebelum kami sampai di rumah duka, pihak keluarga sudah menurunkan Suzana yang diduga bunuh diri dengan cara gantung diri,” ujar Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara kepada Batam Pos.

Hasil pemeriksaan yang dilakukan polisi terhadap Joni, kata Lulik, pada Selasa (29/8) malam, Suzana mengajak Joni suaminya untuk berjalan-jalan. Namun ditolak oleh Joni karena kondisi badan capek. Meski ajakan ditolak, tidak ada pertengkaran di antara keduanya pada malam itu, dan keduanya langsung tidur.

“Baru pada pukul 03.14 WIB saat Joni terbangun ingin ke kamar mandi, ia melihat istrinya sudah tergantung. Sempat meminta tolong, namun kondisi istrinya sudah tidak bernyawa lagi. Hasil pemeriksan oleh Tim Inafis Polres Karimun, tidak ditemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban, melainkan ada bekas lilitan tali nilon sepanjang 3 meter yang digunakan untuk gantung diri,” paparnya.

Saat ini jenazah sudah diserahkan ke pihak keluarga. Sementara itu, untuk kejadian ini polisi telah meminta keterangan dua orang saksi, yakni Joni sebagai suami korban dan satu orang tetangganya. Untuk barang bukti yang ditemukan, selain tali nilon juga ada satu unit tong plastik bekas oli yang tergeletak di samping mayat, serta boneka berukuran besar berwana pink. (san)

Respon Anda?

komentar