Peresmian laboratorium seni budaya dan flim SMN 2 Ranai oleh wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti dan staf ahli Kemendikbud ananto Kusuma
Peresmian laboratorium seni budaya dan flim SMN 2 Ranai oleh wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti dan staf ahli Kemendikbud ananto Kusuma. F. Aulia Rahman/Batam Pos.

batampos.co.id – Kini SMAN 2 Ranai Kecamatan Bunguran Timur Natuna punya laboratorium seni budaya dan flim. Satu-satunya di Natuna yang dibantu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Labotorium Marwah Berwadah tersebut diresmikan Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti, Selasa (29/8) kemarin.

Wakil Bupati Ngesti Yuni suprapti memaparkan, dengan dimilikinya laboratorium kesenian ini akan mendukung bakat seni para siswa dengan potensi kesenian budaya yang dimiliki Nautna. Dan nilai-nilai norma sosial yang dipupuk kepada siwa.

Ngesti mengatakan, Pemerintah Daerah memberikan apresiasi kepada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, sudah menunjukan komitmen dalam mendukung pembangunan daerah dibidang kesenian dan film dan satu satunya di Natuna.

“Kita sudah menyadari saat ini, nilai kesenian dan budaya melayu
Natuna mengalami kemerosotan dan terus dilupakan generasi muda. Tetapi dengan diresmikan laoratorium kesenian ini adalah upaya melestarikan seni budaya khazanah marwah berwadah,” kata Ngesti.

Staf Ahli Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Inovasi dan Daya Saing Ananto Kusuma Seta mengatakan, momen ini menjadi sejarah bagi kabupaten Natuna. Sebab telah di percayakan mendapatkan penugasan dari Kementerian Pendidikan dan Kebuadayaan untuk mengemban tugas dalam
melestarikan seni budaya.

Indonesia memiliki sekitar 20 ribu SMA, akan tetapi hanya 5 sekolah SMA yang mendapat penugasan untuk menjadi percontohan dengan didirikannya laboratorium seni dan budaya. Dari kelima SMA salah satunya ialah SMAN 2 Kecamatan Bungguran Timur kabupaten Natuna.Selain itu, di Natuna
juga memiliki gudang keaneka ragaman budaya termasuk kearipan lokal.

Natuna juga mendapat perhatian khusus dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, karena kabupaten Natuan merupakan etalase, beranda dan wajah Negara besar yang disebut dengan Indoneasia. Pemerintah berharap, dengan adanya laboratoriun seni buadaya dan film tersebut, bukan menjadi tujuan ahir.

“Kami berharap dengan adanya laboratorium seni budaya dan flim di SMAN 2 ini, bukan menjadi tujuan akhir, tetapi ini merupakan awal akan lahir kelompok-kelompok seni dari para siswa, akan lahir sanggar-sanggar yang dimiliki oleh para siswa dimasa mendatang,”harap Ananto.(arn)

Respon Anda?

komentar