Mantan Mantri BRI Rugikan Negara Rp 1,4 M

Kasatreskrim Polres Bintan (dua kanan) bersama penyidik Tipikor Satreskrim Polres Bintan saat memeriksa tersangka korupsi kredit fiktif Erival Yudistira di Mapolres Bintan, Jumat (1/9). F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Penyidik unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reskrim Polres Bintan menangkap mantan mantri Bank Rakyat Indonesia (BRI) unit Kijang, Rabu (30/8) lalu.

Tersangka Erival Yudistira (22) warga Kampung Sidomulyo Tanjungpinang diamankan karena korupsi kredit usaha rakyat yang mengakibatkan kerugian negara berkisar Rp 1,4 miliar.
“Modusnya mengajukan kredit fiktif. Tersangka hanya mengambil nama dan identitasnya saja untuk pengajuan kredit” kata Kapolres Bintan AKBP Febrianto Guntur Sunotor.
Dijelaskan Kapolres pengajuan pinjaman kredit usaha rakyat tidak
sesuai aturan. Tersangka mencari calon debitur, yang nama dan
identitasnya digunakan untuk pengajuan pinjaman. Tersangka juga dibantu rekannya, Harry Andrian dan Lemiana dalam mencari calon debitur.
Verifikasi data serta usaha kreditur dilakukan sendiri, agar
kredit yang diajukan cepat cair. Setelah kredit cair, uangnya diambil tersangka.
“Tersangka menyalahgunakan wewenang dan jabatannya agar dapat mengambil uang kreditur,” katanya.
Kapolres menambahkan, untuk kerugian yang dialami negara masih menunggu pemeriksaan perhitungan kerugian negara yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kepulauan Riau yang berkantor di Batam.
“Dugaan sementara internal yang dilakukan kerugian ditaksir sekitar Rp 1,4 miliar,” katanya.
Akibat perbuatannya, tersangka akan dijerat pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 junto UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancamana seumur hidup. Sebelumnya, tercatat sebanyak 124 debitur menjadi korban. Satu pinjaman kredit yang cair dari debitur berkisar Rp 15 sampai dengan Rp 20 juta. Setelah uang cair, tersangka yang menikmati hasil korupsi itu. (cr21)

Respon Anda?

komentar