Ekonomi Lesu, Pemprov Siapkan Tiga Paket Kebijakan

Syamsul Bahrum. F. Dok Batam Pos,

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi Kepri, sudah menyiapkan tiga paket kebijakan dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kepri terutama di kota Batam yang sedang lesu. Tiga paket kebijakan Pemerintah Provinsi Kepri nantinya diharapkan bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Kepri dalam beberapa bulan kedepan.

”Ketiga paket kebijakan ini ada kaitannya satu sama yang lainnya,” jelas Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kepri Syamsul Bachrum, di Tanjungbalai Karimun beberapa waktu lalu.

Ketiga paket kebijakan tersebut, pertama mempercepat proses penyerapan anggaran pembangunan yang ada di APBD Provinsi Kepri maupun Kabupaten/Kota. Agar bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dari berbagai sektor usaha. Seperti, proyek-proyek strategis yang dibiayai oleh Pemerintah sudah harus mulai dikerjakan.

”Di Tanjungpinang pusat Pemerintahan Provinsi Kepri, sudah mulai pengerjaan pembangunan insfrastruktur mulai dari gedung, jalan dan sebagainya. Termasuk di kabupaten/kota yang ada di Kepri, semua sudah mulai mengerjakan,” tuturnya.

Kemudian lanjut Syamsul lagi kedua yaitu penerapan kebijakan penggunaan APBD Perubahan 2017 ini. Yaitu berorientasi pada percepatan pembangunan dengan mengurangi, bahkan menghapuskan kegiatan yang tidak urgen seperti seminar maupun kegiatan seremonial.

”Di perubahan kita juga gantikan kegiatan seminar dengan kegiatan fisik yang dapat bisa menggerakan ekonomi di masyarakat langsung,” ungkapnya.

Dan terakhir yaitu, meredistribusikan kembali pola-pola pembangunan untuk tiga bulan ke depan guna mengamankan kawasan. Salah satunya mempercepat pemberlakuan status kawasan ekonomi khusus (KEK) pada beberapa kawasan, seperti Pulau Asam di Kabupaten Karimun dan Galang Batang di Kabupaten Bintan. Agar dapat segera dibangun secara fisik, yang bisa berdampak terhadap pergerakan ekonomi kerakyatan langsung.

”Ketiga paket kebijakan tersebut, sudah dilakukan dengan berbagai macam kegiatan di kabupaten/kota maupun provinsi kepri sendiri,” terangnya.

Berdasarkan data, perekonomian Kepri pada triwulan I 2017 hanya 2,02 persen, dan triwulan II 1,52 persen serta berada pada posisi terendah kedua di Indonesia.(tri)

 

Respon Anda?

komentar