Memahami Payudara Lelaki

ilustrasi

Payudara memang menarik untuk dibincangkan. Baik pria maupun wanita memilikinya.

Bedanya, bila perempuan biasanya memilih pembesaran. Laki-laki sebaliknya. Mereka ingin mengecilkan payudara.

Menurut spesialis bedah plastik dr Tjandra Purnawan SpBP, laki-laki memang terganggu bila payudaranya membesar. Ada beberapa tipe laki-laki yang minta breast reduction. Tipe pertama adalah yang usianya 40 tahun keatas.

Mereka mengaku tidak nyaman dengan payudaranya yang membesar. Misalnya, karena hobi berolahraga. Menjadikannya sering membuka baju di tempat umum. Akhirnya minder dan mencari cara mengecilkan payudaranya.

Tipe kedua yakni yang masih remaja. Pada kasus ini, orang tua lah yang biasanya mempunyai kekhawatiran berlebihan menyoal kondisi anaknya. ’

’Jadi orang tua yang ingin anaknya di-breast reduction. Bukan anaknya,’’ imbuhnya.

Untuk penyebabnya, bisa karena ketidakseimbangan antara hormon estrogen dan testoteron dalam tubuh laki-laki. Bisa juga karena obesitas. Sebab, obesitas membuat timbunan lemak dibawah kulit menebal.

Bila sudah begitu, Tjandra akan menyedot bagian lemaknya. Tindakan ini hampir sama dengan liposuction (sedot lemak) hanya lokasinya saja di area payudara.

Tjandra mengaku, sebenarnya tidak ada efek samping secara medis bagi para lelaki yang memiliki payudara besar. Berbeda dengan perempuan yang mempunyai payudara besar. yang berefek-samping pada intensitas nyeri punggung.

Itu bisa dikatakan indikasi medis untuk dilakukan operasi. Pun dengan indikasi ukuran besar atau kecil. Hal itu sangat subyektif. Jadi indikasi operasi ditentukan sepenuhnya oleh kondisi psikis pasien.

’’Kalau merasa terganggu, membuat minder, dan pasien punya cukup biaya, maka bisa saja dilakukan operasi,’’ imbuhnya.

Dan bila sudah operasi, kans payudara untuk tumbuh lagi kecil. Menurut Tjandra, jumlah sel lemak yang telah diambil relatif sama. Kemungkinan bertambahnya sangat kecil.

’’Jadi kalau ada yang bilang setelah dioperasi bisa besar lagi itu salah,’’ paparnya. (ina/JPC)

Respon Anda?

komentar