batampos.co.id – Nokia, ponsel ikonik yang digemari di Indonesia akan diproduksi di PT SatNusa Persada, Batam, Provinsi Kepri.

Senin, (4/9/2017) menjadi hari bersejarah bagi HMD Global, rumah bagi ponsel Nokia, dengan menegaskan kembali komitmennya terhadap pasar Indonesia dengan mengumumkan pemenuhan persyaratan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dan dimulainya produksi smartphone Nokia di Indonesia.

Acara pengumuman ini dihadiri oleh I Gusti Putu Suryawirawan, Direktur Jenderal untuk Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika; H. Nurdin Basirun, Gubernur Provinsi Kepulauan Riau; Florian Seiche, Chief Executive Officer HMD Global dan para tamu kehormatan lainnya.

“Bagi HMD, Indonesia merupakan pasar yang sangat penting di Asia,” jelas Florian Seiche, Chief Executive Officer HMD Global.

Untuk itu Nokia berkomitmen mengembangkan bisnis, dan mematuhi kebijakan dan peraturan-peraturan pemerintah yang ada.

Merek Nokia telah lama dikenal melalui inovasi dan keberagaman desain ponselnya. Di era ponsel pintar (smartphone) saat ini,
Nokia memasuki babak baru dimana HMD menggabungkan merek Nokia yang ikonik dengan penggunaan sistem operasi Android terbaru.

Florian Seiche, Chief Executive Officer HMD Global saat memberi sambutan.

“Smartphone Nokia dengan fitur-fiturnya yang unik akan menghadirkan pengalaman baru yang sesuai dengan harapan pelanggan smartphone Nokia – yaitu kualitas, kehandalan dan kemudahan dalam penggunaan,” imbuh Florian Seiche.

Pada kesempatan selanjutnya I Gusti Putu Suryawirawan, Direktur Jendral Untuk Industri Metal, Mesin, Peralatan Transportasi dan Elektronik, Kementrian Perindustrian Republik Indonesia mengkorfirmasi pemenuhan HMD akan persyaratan komponen lokal minimum 30 %.

Ia menghargai upaya yang dilakukan HMD untuk bekerja sama dengan para mitra lokal dalam memenuhi persyaratan TKDN.

Dengan adanya fasilitas produksi baru di pabrik PT. Sat Nusapersada Tbk. (Satnusa) di Pulau Batam serta kolaborasi dengan PT. Tata Sarana Mandiri (TSM) sebagai mitra desain lokal, HMD telah memenuhi persyaratan TKDN sebesar 30,52%.

“Kami merasa sangat terhormat menjadi mitra lokal pembuatan smartphone Nokia di Indonesia,” ungkap Abidin,
Presiden Direktur PT Sat Nusapersada Tbk. (ptt/rilis)

 

Respon Anda?

komentar