ilustrasi

Kemenpar melaksanakan Uji Kompetensi kepada 100 Sumber Daya Manusia (SDM) Kepatiwisataan di Hotel Aston Karimun, Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, 2 September 2017.

Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan Ahman Sya mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan oleh LSP Pariwisata Bali. Uji kompetensi ini perlu pemantauan terhadap SDM yang sudah tersertifikasi dan beberapa informasi terkait Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang saat ini terjadi di Indonesia.

“Uji kompetensi ini diperuntukan untuk membangun kesiapan masyarakat di sekitar destinasi pariwisata untuk menyambut peningkatan jumlah wisman dan wisnus. Industri, Akademisi, siswa SD dan SMP juga dipersiapkan untuk membangun kesadaran pentingnya sektor Pariwisata Indonesia,” ujar Ahman Sya yang didampingi Asisten Deputi Pengembangan SDM Kepariwisataan Wisnu Bawa Tarunajaya, Sabtu (2/9).

Pria berkacamata itu menjelaskan, peserta yang ikut program sertifikasi diharapkan akan mendapatkan perubahan, yaitu perubahan pola pikir dan perubahan pola perilaku. Seluruh peserta sertifikasi secara tidak langsung akan menjadi seorang Kader Wisata dan harus memiliki beberapa kriteria.

“Pertama, memiliki kualitas individu yang baik, kedua memiliki minat di bidang pariwisata, ketiga memiliki bakat yang dapat dikembangkan di bidang pariwisata, yang keempat memiliki potensi di bidang pariwisata serta memiliki hasrat dan motivasi yang kuat di bidang pariwisata,” ujarnya.

Wisnu Bawa Tarunajaya menambahkan, program sertifikasi sangat penting agar SDM pariwisata dapat mengukur sejauh mana kemampuan mereka dalam melaksanakan kerja sehari-hari. Berdasarkan hasil analisis mengenai keuanggulan tenaga kerja yang bekerja di sektor pariwisata.

“SDM pariwisata memiliki 3 keunggulan, yaitu sikap persahabatan yang tinggi, sikap persahabatan kepada rekan kerja, dan mampu memiliki hubungan kerja yang baik antar sesama manusia dan lingkungan kerja,” kata Wisnu.

Lebih lanjut, Wisnu memaparkan, kegiatan ini dilaksanakan atas amanat UU ketenagakerjaan no 13 tahun 2013, PP no 52 th 2012, Pasal 55 UU no 10 th 2009, Permen Pariwisata no 19 tahun 2016.

“Pemerintah terus mendorong usaha percepatan program fasilitasi pelaksanaan uji kompetensi kompetensi, khususnya bidang Hotel dan Restoran di seluruh wilayah Indonesia. Khusus wilayah Dumai, Kemenpar memberikan fasilitasi uji kompetensi kepada 200 tenaga kerja di bidang hotel dan restoran,” ujar Wisnu.

Hal itu telah berimbas dan warga Indonesia mengalami arus bebas barang, arus bebas jasa, arus bebas investasi, arus modal yang bebas, dan juga arus tenaga kerja terampil yang bebas di antara negara ASEAN. Termasuk sektor pariwisata yang merupakan salah satu Priority Integration Sector (PIS) bidang jasa.

“Dalam kesepakatan ASEAN MRA on Tourism Professionals terdapat 6 divisi (Front Office, Housekeeping, Food Production, Food and Beverage Services, Tour Operator dan Tour Agencies) dengan 32 job title yang akan diberlakukan standar kompetensi dan pengakuan sertifikasinya di 10 negara ASEAN,” ujarnya

Menteri Pariwisata Arief Yahya selalu berpesan, SDM pariwisata nanti harus menggunakan standar global, mengacu pada standar regional disebut ASEAN MRA (Mutual Recognition Arrangement) atau kompetensi selevel ASEAN.

“Kalau ingin bersaing di level global, gunakan global standard juga,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya paham betul bahwa SDM adalah kunci dari semua persoalan mendasar bidang pariwisata. Karenanya, membangun SDM pariwisata tidak bisa ditunda.

“Untuk mencapai target kunjungan wisatawan yang ditetapkan pemerintah, perlu didukung sumber daya manusia yang profesional. Istilahnya menentukan ‘who’ dulu, baru menjelaskan ‘what’. Memastikan siapa driver-nya dulu, baru menentukan arah hendak kemana,” tutur Menpar Arief Yahya.(*)

Respon Anda?

komentar