Turis ke Batam; Target 2,7 Juta, Baru Terealisasi 1,1 Juta

batampos.co.id – Realisasi wisman yang berkunjung ke Kepri masih jauh dari harapan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri hingga Juli 2017, jumlah kunjungan wisman baru mencapai 1.143.470. Jumlah tersebut sangat jauh dari target wisman Kepri pada tahun 2017 yang mencapai 2,7 juta.

“Masih jauh panggang dari api. 50 persen pun belum sampai. Sehingga lebih baik jika kunjungan wisman diusahakan agar lebih baik dari tahun lalu,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, Panusunan Siregar, Senin (4/9).

Untuk bulan Juli sendiri, jumlah wisman yang berkunjung mencapai 166.260 kunjungan. Turun 5,16 persen dibanding jumlah wisman bulan sebelumnya yang mencapai 175.309 kunjungan.”Namun naik 19,9 persen dibanding periode sebelumnya,” imbuhnya.

Panusunan pesimis target bisa tercapai. Untuk bisa mencapai target pada akhir tahun, maka pemerintah provinsi Kepri harus mendatangkan sekitar 290 ribu wisman perbulannya.”Sedangkan jumlah wisman per bulan paling tinggi hanya 200 ribu perbulan. Itupun terjadi pada akhir tahun lalu,” ujarnya singkat.

Makanya cara terbaik adalah mengusahakan agar jumlah kunjungan bisa lebih baik dari tahun lalu.”Tahun lalu realisasinya 2,1 juta dan tercapai 2 juta. Makanya kalau bisa lebih baik dari angka ini,” katanya lagi.

Sedangkan mengenai negara asal wisman yang paling banyak berkunjung pada tahun 2017 masih didominasi oleh Wisman Singapura dengan persentase 49,78 persen.

“Untuk tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Kepri pada Juli 2017 mencapai rata-rata 53,73 persen. Naik dari bulan sebelumnya sebesar 52,71 persen,” katanya.

Menanggapi rendahnya realisasi wisman ini, akademisi dari Politeknik Batam, Muhammad Zaenuddin mengatakan pemerintah daerah harus menerapkan strategi yang tepat untuk mengerek pertumbuhan wisman di Kepri.

Sejumlah turis memadati pintu kedatangan Pelabuhan Ferry Internasional Sekupang, Sabtu (8/7). Biasanya setiap libur akhir pekan wisman asal Singapura dan Malaysia mengunjungi Kota batam untuk mengisi liburannya. F Cecep Mulyana/Batam Pos

“Caranya ada tiga yakni menentukan keunggulan pariwisata daerah, siapkan infrastrukturnya dan ciptakan event sebagai alat menarik minat wisatawan,” ujarnya.

Ia mencontohkan Bali. Menurutnya daerah wisata yang dikenal dengan nama pulau dewata ini memiliki keindahan yang menjadi daya tarik wisatanya. Batam sebenarnya memiliki potensi yang bagus, namun belum digarap secara optimal oleh pemerintah daerah.

“Contohnya Pulau Penyengat yang merupakan situs warisan dunia. Mungkin akses untuk kesana harus dikembangkan. Begitu juga dengan penambahan infrastruktur disana,” pungkasnya.(leo)

Respon Anda?

komentar