Dishub Pemko Batam Tetap Terapkan Parkir Khusus di Pasar dan Pertokoan Aviari

ilustrasi

batampos.co.id – Dinas Perhubungan Kota Batam tetap menerapkan sistem parkir khusus di Pasar dan pertokoan Aviari, Batuaji. Sebelumnya, 82 warga pemilik ruko di dalam kawasan Aviari menolak parkir khusus karena alasan sepi pengunjung.

“Karena tidak ada titik temu antara pemilik ruko dan Manajemen Pasar Aviari, sementara ini akan diterapkan parkir khusus,” ujar Kepala UPT Pelayan Parkir Dishub Kota Batam, Tongam Regianto, Rabu (6/9).

Namun, sambung Tongam, sistem tersebut akan diubah jika kedua belah pihak dan warga yang lain sepakat dengan penyelenggaraan parkir mandiri.

“Kalau memang sepakat, mereka akan bertanggung jawab membayar retribusi sebagai retribusi parkir ke kas daerah Kota Batam,” katanya.

Sementara itu, puluhan warga pemilik ruko merasa kecewa atas keputusan Dishub yang tetap menerapkan parkir khusus. Warga yang kesal pun mengancam akan merusak dan membongkar paksa gerbang parkir tersebut.

“Kalau keputusannya seperti itu, kami akan turun. Kami tidak takut,” ujar salah seorang pemilik ruko saat bermediasi di Kantor Kecamatan Batuaji.

Keberatan penghuni tentunya berkaitan dengan pengambil retribusi parkir ke pengemudi sepeda motor maupun mobil yang akan berbelanja.

“Dari awal diterapkan kami memang tak setuju, karena efeknya ke konsumen dan pengunjung kami,” ujar Amin, pemilik ruko di kawasan Pasar dan Pertokoan Aviari, kemarin.

Sebelumnya, pemilik ruko berkeinginan jika parkir khusus digantikan dengan parkir mandiri. Namun, sistem itu sulit direalisasikan karena masih ada sebagian warga yang bermukim di dalam kawasan, tidak menyetujui.

“Dari 152 pemilik ruko hanya 82 orang saja yang setuju,” kata Tongam.

Manajemen Pasar Aviari juga pernah menerapkan juru parkir di beberapa titik di dalam kawasan. Namun, tak lama kemudian, pemilik ruko mengaku keberatan hingga meminta menggantinya dengan parkir khusus. Namun, parkir khusus juga tak berdampak banyak. Malah membuat pengunjung jadi sepi. (cr19)

 

Respon Anda?

komentar