batampos.co.id – Helmayanti, sebelumnya berprofesi sebagai asisten rumah tangga (ART) di rumah Neli alias Mey.

Ia kedapatan mengambil sejumlah barang milik majikannya.

Dalam sidang di Pengadilan Negeri Batam, Rabu (6/9), beragendakan pemeriksaan saksi korban, Mey mengatakan, terdakwa baru hitungan minggu bekerja di rumahnya yang berada di Sei Pancur, Seibeduk.

“Saya ketemu dia dari kenalan teman-teman juga. Karena butuh dan kelihatannya lugu, saya langsung percaya,” ujar saksi dihadapan majelis yang dipimpin Iman Budi Putra Noor.

Atas kepercayaan itu, saksi tidak lagi menutup ruang privasinya dengan terdakwa. Termasuk ruang privasi putrinya, Hanny.

“Barang-barang berharga saya maupun anak, memang terletak begitu saja di kamar. Dan terdakwa masih dengan leluasa masuk ke kamar kami,” terangnya.

Hingga sekira Juni lalu, Mey tidak berada di rumah melainkan hanya terdakwa dan Hanny. Seperti biasa, terdakwa kerap meminjam motor majikannya itu untuk membuang sampah di depan gerbang komplek perumahan. Saat itu Hanny sedang mandi.

“Dia pinjam motor mau buang sampah. Saya suruh ambil saja kunci di atas kasur. Pas saya selesai mandi, gak tahunya barang-barang saya sudah banyak hilang dan terdakwa juga kabur,” jelas Hanny.

ilustrasi

Ia menyebutkan, sejumlah barang yang hilang itu adalah 1 notebook Asus, 1 tab Samsung, tas ransel berisikan dompet, kalung, serta uang Rp 400 ribu, 1 ponsel Samsung, 1 ponsel Advan, dan pakaian longdress yang masih dalam bungkusan (baru) milik Hanny. Barang-barang itu dibawa terdakwa memakai koper yang juga milik Hanny dan pergi meninggalkan rumah menggunakan motor Hanny.

“Saya langsung lapor mama dan polisi. Untungnya terdakwa belum pergi jauh, jadi mudah ditemukan,” ungkap para saksi.

Dari keterangan saksi tersebut, terdakwa membenarkannya.

Sidang selanjutnya kembali dijadwalkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan terdakwa. (nji)

Respon Anda?

komentar