batampos.co.id – Kerja sama penguatan sektor wisata Kepri melalui jasa pelayaran menjadi salah satu agenda yang dibahas dalam rangkaian forum investasi 50 tahun hubungan Indonesia-Singapura, Kamis (7/9), di Singapura.

Adalah Citra Mas Group melalui PT Nongsa Terminal Bahari (NTB) mengadakan perjanjian kerja sama dengan Singapore Cruise Centre (SCC). Kerja sama ini dalam bentuk memasarkan wisata Kepri, khususnya Batam, lewat Nongsa yang kini dikembangkan menjadi kawasan bisnis terpadu oleh Citra Mas Group.

SCC sendiri merupakan operator feri terminal satu-satunya di Singapura yang bergerak dalam usaha operasional pelayaran dan terminal, serta konsultan yang berhubungan dengan usahanya. SCC mengelola seluruh kapal feri rute Kepri, termasuk Batam. Baik dari Tanah Merah maupun dari Harbour Front.

“Tertarik dengan hal itu, mengapa tidak kita adakan kerja sama saja? Membuka peluang kapal penumpang dari Singapura bisa juga lewat Pelabuhan Nongsapura. Itu salah satunya,” ujar Chairman Citra Mas Group, Kris Taenar Wiluan.

Selain itu, MoU ini juga bertujuan mempromosikan usaha dan proyek Citra Mas Group yang sedang berjalan di Nongsa, yang berpotensi meningkatkan lalu lintas kunjungan wisatawan ke Batam. Terlebih setelah hadirnya Infinite Studio, sebagai pusat animasi dan studio film bertaraf internasional.

Selain itu, ada lagi The Scene, kawasan hunian hotel (condotel) bernuansa kota film yang memadukan lokasi produksi film dengan suasana pariwisata. “Serta saat ini yang tengah dikembangkan, yakni Nongsa Digital Park, sebagai ekosistem mandiri untuk industri kreatif dan digital yang sementara mendukung media digital di Singapura dan Indonesia, dan bahkan ke depan akan mendunia,” jelas Kris.

CEO Singapore Cruise Centre, Christina Siaw, mengungkapkan pihaknya menyambut baik penandatanganan MoU ini. “Ini menjadi kolaborasi bisnis dan pemasaran produk bahari pertama kami dengan Nongsa Terminal Bahari. Saya berharap, ke depan kita bisa sama-sama dalam memajukan dunia usaha yang kita kelola yang berdampak bagi kemajuan wisata masing-masing,” jelasnya.

Penandatanganan ini dilakukan oleh CEO SCC Christina Siaw dengan Direktur Utama Kawasan Industri terpadu Kabil Peter Vincen, disaksikan Menteri Pariwisata Indonesia Arief Yahya, Kris Taenar Wiluan, dan Chairman EDB Singapura Beh Swan Gin.

Dalam penyampaiannya ke Menpar Arief Yahya, Kris mengungkapkan, kerja sama ini juga bertujuan membantu terminal feri di Batam dalam hal keselamatan, keamanan, dan layanan. “Nongsapura menjadi percontohan pertama sehingga ke depan bisa menjadi contoh yang baik bagi feri terminal lainnya di Kepulauan Riau,” ungkapnya.

Menanggapinya, Arief Yahya mengatakan kerja sama ini akan memperkuat Kepri sebagai kawasan pariwisata maritim seperti yang dikembangkan Kemenpar. “Ini menjadi langkah awal yang baik,” ujarnya.

Usai penandatanganan MoU, baik pihak Singapura maupun pihak Nongsa Terminal Bahari akan segera kembali bertemu untuk membahas lebih lanjut arah kerja sama tersebut. “Harus secepatnya kita realisasikan, khususnya dalam bidang pemasaran dan promosi terminal Nongsa sebagai pintu wisata pengunjung dari Singapura ke Kepri,” kata Peter Vincen. (cha)

 

 

Respon Anda?

komentar