Ilustrasi

batampos.co.id – Kandidat petahana harus bekerja keras untuk mempertahankan singgahsananya. Lantaran akan mendapatkan persaingan dari jalur Independen. Ia adalah Edi Saprani yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) eselon tiga di lingkungan Pemprov Kepri.

“Keputusan kami untuk maju adalah untuk memberikan yang terbaik bagi Tanjungpinang tentunya,” ujar Edi Saprani menjawab pertanyaan Batam Pos, Kamis (7/9) di Tanjungpinang.

Pejabat yang duduk sebagai Kepala Sub Bagian (Kasubag) di Biro Kesra Pemprov Kepri tersebut menjelaskan, untuk menatap Pilwako Tanjungpinang priode 2018-2023, ia memutuskan berpasangan dengan Umar Usman yang merupakan seorang guru.

Disinggung apakah keikutsertaan mereka pada Pilkada nanti adalah merupakan sebuah skenario atau strategis parpol tertentu untuk memecahkan suara pemilih. Menyikapi hal itu, pria yang pernah bertugas sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Tanjungpinang Timur tersebut menegaskan, kalau dirinya bukan merupakan boneka parpol.

“Kami bukan calon titipan atau ada sponsor dari parpol. Komitmen kami jelas, yakni ingin menjadikan Tanjungpinang lebih baik lagi,” tegas Edi.

Pria kelahiran Bengkalis tersebut mengklaim, hingga saat ini pihaknya sudah mendapatkan dukungan sebanyak 15.000 dari empat kecamatan yang ada di Kota Tanjungpinang. Menurutnya, jumlah tersebut sudah dalam tahap aman. Karena Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) menyebutkan calon indepen bisa ikut Pilkada ketika mendapatkan dukungan 10 persen dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) terbaru.

“Ketika tahapan pendaftaran calon independen sudah dibuka. Kami akan melakukan pendaftaran dengan menyerahkan berkas dukungan sesuai dengan aturan yang ada,” tutup Edi Saprani.

Terpisah, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang, Robby Patria mengatakan mengacu pada DPT Pilkada Gubernur lalu, jumlah pemilih di Tanjungpinang adalah 146.207 jiwa. Artinya, jika tuntan PKPU adalah 10 persen, maka kandidat independen harus mendapatkan dukungan minimal 14.621.

“Penyampaian dukungan calon indepenen adalah pada 25-29 November mendatang. Adapun penyampaian syarat calon independen akan kami publis pada 10 September nanti,” ujar Robby.

Menurut Robby, pihaknya membutuhkan waktu lebih kurang satu bulan untuk melakukan verifikasi faktual terhadap dukungan calon independen di empat kecamatan yang ada di Tanjungpinang.

Ditegaskannya, verfikasi tersebut dilakukan by name by address sesuai yang disampaikan kandidat.

“Jika memenuhi syarat, tentu kandidat independen bisa melakukan pendaftaran calon pada Januari mendatang bersama kandidat dari Partai Politik,” papar Robby. (jpg)

Respon Anda?

komentar