Pelabuhan Sijantung

batampos.co.id – Anggota Komisi III DPRD Kepri, Surya Makmur mendesak Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Perhubungan (Dishub) untuk segera membuka akses pelayaran dari Sijatung, Batam ke Kabupaten Lingga. Karena keberdaaan pelabuhan tersebut hingga kini masih belum optimal.

“Kami melihat peran Pelabuhan Sijantung, Batam masih belum optimal. Karena sekarang ini hanya menjadi persinggahan pelayaran,” ujar Surya Makmur menjawab pertanyaan Batam Pos, Kamis (7/9) di Tanjungpinang.

Dikatakannya, pihaknya sudah turun ke lokasi, Rabu (6/9) lalu bersama Dishub Kepri. Menurutnya, Pemprov Kepri harus melakukan sedikit perbaikan dan penataan dikawasan pelabuhan tersebut. Seperti lahan parkir yang belum representif untuk pelayanan. Selain itu, katanya, sarana dan prasarana pendukung lainnya yang harus dibenahi adalah ruang tunggu penumpang dan ketersediaan jaringan listrik dan air.

“Kami berharap hadirnya Pelabuhan Sijantung bisa membuka akses ke Kabupaten Lingga menjadi lebih cepat. Artinya bukan hanya untuk kepentingan konektiviti, tetapi juga untuk mempercepat pembangunan pariwisata Lingga,” paparnya.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan Batam itu menyarankan, Gubernur Kepri untuk segera membuka kerjasama dengan pihak swata. Dikatakannya, untuk tahap awal ini ada baiknya, Mv.

Lintas Kepri yang merupakan milik Pemprov Kepri ditambah rute pelayarannya dengan melintas pelabuhan tersebut.

“Tujuan awal pembangunan pelabuhan tersebut adalah untuk memangkas rentang kendali antara Batam-Lingga. Artinya kita harus komitmen pada tujuan awal,” tegasnya.

Dikatakannya juga, Pelabuhan Sijantung yang dibangun dengan menggunakan anggaran kota dan provinsi saat ini dikelola oleh Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauam Riau. Saat ini baru dua operator kapal yang melayani pelayaran di Pelabuhan Sijantung yakni KM Karunia dan KM Istiqomah. Dua operator tersebut melayani pelayaran dari Tanjungbatu, Tanjungbalai Karimun dan Tanjungpinang.

Saat ini pelabuhan yang berada di Jembatan V ini memang belum begitu diketahui oleh warga. Padahal akses dari pelabuhan ini menuju ke beberapa pulau seperti Tanjungbatu dan Tanjungpinang lebih cepat ketimbang dari pelabuhan-pelabuhan lain. Dinas Perhubungan harus bisa lebih mengoptimalkan pelabuhan ini untuk kemudahan transportasi laut.

“Jadi agar masyarakat tahu, pelabuhan ini harus dibuka dandiresmikan oleh pemerintah. Otomatis kalau sudah secara resmi dibuka masyarakat akan mengetahui rute-rute mana saja yang dilayani di pelabuhan ini,” tutup Ketua Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kepri tersebut. (jpg)

Respon Anda?

komentar