Silaturahmi Paparkan Potensi

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Karimun bertekad menjadikan Karimun sebagai salah satu tujuan wisata dan investasi utama di Kepri. Untuk mendukung misi tersebut, sejumlah fasilitas dan layanan yang memudahkan investor diperbaiki, termasuk bandar udara.

Hal itu disampaikan Kabag Humas Pemkab Karimun, Eko Riswanto, saat berkunjung ke kantor Batam Pos di Graha Pena Batam, Jumat (8/9) bersama Kasubag Aplikasi Data, Informasi dan Publikasi, Tyo Gunawan.

Eko memaparkan potensi yang dimiliki Kabupaten Karimun cukup banyak sejak ditetapkan sebagai kawasan ekonomi khusus. “Kabupaten Karimun sekarang sudah jauh berkembang, kami memiliki tujuan wisata seperti Coastal Area yang berada di Pulau Karimun,” ujarnya.

Selain itu, kata Eko, juga terdapat wisata pantai seperti daerah Pongkar dan Pelawan. Yang tak kalah menariknya, Karimun juga memiliki obyek wisata bersejarah Makam Si Badang di Pulau Buru dan pemandian air panas di Pulau Parit. Lokasi wisata ini, masih sangat alami dan tentunya akan menarik wisatawan untuk datang berkunjung. “Potensi tersebut akan terus kita kembangkan sehingga akan semakin menarik minat wisatawan untuk berkunjung,” katanya.

Eko juga menjelaskan tentang upaya pembangunan yang tengah digesa Pemkab Karimun saat ini. Di mana Bupati Karimun Aunur Rafiq tengah berupaya memperpanjang landasan pacu Bandara Seibati. Di mana panjang lintasan (runway) yang ada saat ini baru 1. 400 meter. Penambahan yang tengah diupayakan sejauh 600 meter. Jika ini terwujud maka panjang landasan pacu menjadi 2.000 meter dan bisa didarati pesawat komersil.

“Saat ini bandara Seibati hanya bisa didarati pesawat jenis ATR yakni Susi Air. Maskapai ini melayani rute Karimun-Pekanbaru dengan jadwal penerbangan 5 kali seminggu,” jelasnya.

Perpanjangan landasan pacu ini sangat penting dilakukan, dengan tujuan untuk mempermudah transportasi dari Karimun ke berbagai daerah di Indonesia. “Pak Bupati berencana jika penambahan landasan pacu terwujud maka bisa dibuka rute penerbangan Karimun-Jakarta,” ujarnya.

Ini dikarenakan cukup banyak warga Karimun yang berangkat ke Jakarta untuk urusan bisnis dan lainnya. Tak hanya menyasar penumpang dari Karimun, nantinya juga bisa menarik penumpang dari Kabupaten Meranti. Saat ini, warga Meranti jika ke Jakarta mereka hanya memiliki dua alternatif yakni lewat Batam atau Pekanbaru, Riau. Di mana waktu yang dibutuhkan ke daerah tersebut cukup lama yakni sekitar 4 jam. “Kalau di Karimun mereka hanya membutuhkan waktu sekitar 1, 5 jam. Ini sangat efisien, dan Bupati yakni akan banyak masyarakat Meranti yang memanfaatkan penerbangan tersebut,” katanya.

Selain itu, kata Eko saat ini Panbil Group juga melakukan pembangunan pelabuhan feri terpadu di kawasan yang tak jauh dari Coastal Area. Nilai investasi yang ditanam mencapai Rp 1, 5 triliun. Jika selesai dibangun akan memberikan wajah baru bagi Kabupaten Karimun.

Sementara itu, GM Batam Pos Guntur Marchista Sunan mengatakan, potensi-potensi yang ada di Kabupaten Karimun harus dipromosikan kepada masyarakat luar, sehingga akan lebih dikenal masyarakat luar, terutama luar Kepri. “Setiap daerah tentu memiliki potensi dan itu harus dikembangkan sehingga memberikan nilai lebih untuk kemajuan daerah. Batam Pos siap mendukung dan bersinergi dengan Pemkab untuk memajukan Karimun,” jelasnya. (bni)

 

Respon Anda?

komentar