Poster Sultan Mahmud Riayat Syah saat memimpin Kesultanan Lingga diperkenalkan pada event tingkat Provinsi Kepri. f-istimewa

batampos.co.id – Setelah menerima usulan Sultan Mahmud Riayaat Syah (SMSR) III sebagai kandidat Pahlawan Nasional tahun ini, Tim Pengkaji dan Peneliti Gelar Pusat (TP2GP) turun ke Kepri untuk mencari bukti otentik tentang SMSR.

“Secara administrasi memang SMSR sudah memenui persyaratannya. Tetapi untuk menguatkan itu, perlu didukung dengan bukti otentik,” ujar Anggota TP2GP, Kurniawati menjawab pertanyaan media disela-sela melakukan pertemuan dengan TP2GD di Tanjungpinang, Kamis (7/9).

Dijelaskannya, TP2GP akan melakukan sidang akhir pada Oktober mendatang tentang siapa kandidat yang layak untuk menyandang predikat pahlawan nasional tahun 2017 ini. Menurut, Akademisi Universitas Neger Jakarta (UNJ) tersebut, keputusan akhir tetap menjadi hak proregatif Presiden.

“Harapan kami adalah nama-nama yang diserahkan nanti ke Presiden mendapatkan gelar pahlawan nasional. Artinya tidak hanya terpaku pada satu kandidat,” paparnya.

Perempuan yang disapa Nia tersebut menjelaskan, kreteria penilaian TP2GP adalah kontribusi kandidat yang diusulkan dalam mengisi perjuangan pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Salah satu syarat mutlaknya adalah, calon yang bersangkutan tidak pernah melakukan pengkhiatan dengan bekerjasama pada penjajah.

Dikatakannya juga, perjuangan Kepri sekarang ini adalah merupakan kesempatan yang terakhir. Karena apabila ini gagal, maka SMRS tertutup harapan untuk menjadi pahlawan nasional.

Lebih lanjut katanya, hasil verifikasi terhadap bukti-bukti peninggalan SMRS akan dibawa ke persidangan TP2GP nanti.

“Memang kami memerlukan bukti sahih tentang Kesultanan Mahmur Riayaat Syah. Semoga apa yang diharapkan masyarakat Kepri, bisa disetujui oleh Presiden,” tutupnya.

Ketua TP2GD, Abdul Malik mengatakan kekuasaan SMRS melingkupi tiga negara. Karena didalamnya melibatkan Riau Lingga, Johor, dan Pahang. Menurut Malik di Tanjungpinang ada beberapa situs penting peninggalan SMRS. Salah satunya adalah Pulau Penyengat. Karena Pulau Penyengat dijadikan benteng perperangan.

Dikatakannya, pihaknya akan menjelaskan secara detail kepada TP2GP disetiap daerah yang menjadi catatan sejarah. Baik itu yang ada di kawasan Istana Kota Rebah, Pulau Bayan. Masih kata Malik, selain yang ada di Tanjungpinang, situs penting lainnya berada di Kabupaten Lingga.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Pemkab Lingga. Apabila tidak ada aral melintang besok (hari ini,red) kami akan menuju Lingga,” ujar Malik.

Dijelaskan Malik, SMRS adalah pemimpin yang tidak pernah berkompromi dengan kolonial Belanda. Makanya TP2GD menyematkan SMRS sebagai pahlawan gerilyawan laut. SMRS juga handal dalam membangun kekuatan ekonomi. Bahkan pengelolaan timah pertama di Lingga merupakan kepiawaiannya.

“Artinya SMRS sangat memberikan pengaruh yang besar dalam mengisi kemardekaan bangsa ini. Atas dasar itu, kami menilai SMRS sangat layak untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional,” harap Malik.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemprov Kepri, Doli Boniara yang ikut mendampingi menambahkan, Pemprov Kepri bersama TP2GD sudah bekerja keras untuk melengkapi syarat-syarat untuk mendapatkan gelar pahlawan bagi SMRS. Ia berharap ini menjadi gelar perdana bagi Provinsi Kepri.

“Kita ketahui usulan perdana tiga tahun yang lalu mental diawal. Tetapi alhamdulillah sekarang ini menunjukan progres yang baik. Semoga hasilnya juga baik, dan menjadi hadiah istimewa di hari jadi Kepri ke-15 tahun nanti,” ujar Doli.(jpg)

Respon Anda?

komentar