Menkeu menunjukkan ponsel selundupan itu.
foto: sandy / batampos

batampos.co.id – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, melihat hasil tangkapan Kanwil Bea Cukai Kepri berupa puluhan ribu ponsel pintar di Tanjungbalai Karimun, Jumat (8/9). Ia meminta jajaran Bea Cukai serius memberantas penyelundupan dan perdagangan ilegal di seluruh wilayah pabean dan perbatasan.

“Saya berharap dengan kehadiran saya di sini program penertiban ini tidak hanya di pelabuhan utama saja, namun juga dilakukan di seluruh wilayah pabeanan Indonesia, termasuk di wilayah perbatasan, dan wilayah perairan laut,” ujar Sri Mulyani.

Ia memaparkan, jumlah ponsel tangkapan sebanyak 28.057 unit ditambah 45 unit drone.

“Penindakan terhadap dua jenis muatan ini berasal dari dua unit speedboat berkecepatan tinggi. Nilai dari kedua jenis barang tersebut diperkirakan mencapai Rp34 miliar. Dan, untuk tersangkanya ada lima orang,” ujarnya.

Ia mengatakan, penangkapan perdagangan ilegal, penerimaan negara yang optimal, pengawasan lalu lintas barang dan manusia secara efektif, pelayanan prima, harus menjadi tolok ukur kinerja yang tertanam di seluruh jajaran Bea Cukai.

“Saya harap tidak hanya menjadi program di atas kertas. Namun bisa dilaksanakan, diresapi dan memiliki komitmen yang tinggi dari seluruh jajaran baik di atas maupun di tingkat pelaksana,” katanya.

Secara nasional, kata Sri Mulyani, hasil penindakan Direktorat Jenderal BC tahun lalu jumlahnya ada 14.890 kasus. Sedangkan, tahun ini sampai dengan bulan lalu jumlahnya sudah 15.074 kasus. Diperkirakan jumlah ini akan terus bertambah. Dia juga berharap BC dapat menjalankan tugas secara harmonis dengan meningkatkan sinergitas yang sudah ada bersama TNI dan Polri serta pemerintah daerah.

”BC diharapkan dapat menjadi instansi yang bisa bisa mendorong dan memfasilitasi perdagangan dan industrialisasi di Indonesia. Serta dapat memberikan pelayanan dengan baik kepada masyarakat. Karena, BC juga sebagai community protector. Untuk itu, saya ingin DJBC terus melakukan perbaikan dan merapikan cara kerjanya. Apalagi, DJBC ditargetkan 27 persen dari total penerimaan perpajakan pada tahun ini,” ungkapnya.

Dia memahami, bahwa untuk mencapai target penerimaan sebesar 27 persen bukan hal mudah. Apalagi dengan situasi dan kondisi ekonomi secara global dan adanya penurunan perdagangan. Meski demikian, diharapkan BC tetap dapat mengawal seluruh daerah kepabeanan yang ada di Indonesia. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk mencapai penerimaan negara.

Pantauan Batam Pos, di sela-sela kunjungannya, Sri Mulyani juga sempat berdialog dengan para pelaku penyelundupan balpres dan handphone. Sri Mulyani menyayangkan tindakan yang dilakukan pelaku penyelundupan. Sebab, nilai barang yang coba diselundupkan dari luar negeri tujuan Indonesia lebih besar dibandingkan upah yang diterima. Dalam kunjungan itu, Menkeu melakukan pemusnahan terhadap balpres pakaian bekas asal Malaysia. (san)

 

Respon Anda?

komentar