batampos.co.id – Niat Singapura untuk menjadikan Batam sebagai digital hub ke daerah lain di Indonesia harus didukung dengan infrastruktur yang memadai.

“Kami sangat berharap banyak dari pengembangan industri digital. Cuma potensi apa yang dimiliki Batam saat ini, itulah yang penting. Industri digital bisa berkembang pesat di Singapura karena didukung fasilitas lengkap dan kepastian hukum yang baik,” kata Sekretaris Asosiasi Digital Entrepeneur Indonesia (ADEI) Batam, Ammar Satria, Jumat (8/9).

Pengembangan industri digital harus didukung penuh oleh pemerintah pusat. “Saya sangat optimsis ekonomi Batam mampu bangkit melalui sektor digital karena Presiden punya visi besar, yakni menargetkan Indonesia menjadi kekuatan ekonomi digital terbesar di ASEAN pada 2020,” jelasnya.

Presiden, kata Ammar, menargetkan tahun 2020 nanti, nilai transaksi e-commerce mencapai 130 juta dolar Amerika. “Banyak faktor yang mendorong perkembangan dinamika digital di Indonesia, namun setidaknya dapat dibagi dalam dua perspektif,” jelasnya.

Dua perspektif tersebut adalah industri dan konten. Batam diyakini memiliki keduanya. “Batam punya peluang, coba lihat berapa banyak ruko-ruko kosong sekarang, seandainya itu mampu dijadikan co-working space akan menghidupkan banyak start up baru yang akan berkontribusi terhadap perekonomian Batam,” jelasnya lagi.

Dari sisi konten, Batam juga tidak kalah saing dari negara tetangga. “Kita punya Arief Muhammad yang memiliki satu juta followers, dan itu harus menjadi role model unutk Batam,” katanya.

Jika keduanya mampu dirangkum dengan konsep yang baik dan didukung oleh infrastruktur yang memadai, maka industri digital dapat menjadi jawaban bagi masa depan Indonesia.

“Industri apapun harus mulai berinovasi. Sektor shipyard juga harus mulai membuat transparansi harga jasanya. Inovasi baru harus terus ditingkatkan,” paparnya.

Sektor yang terpapar digitalisasi diyakini akan menjadi lebih baik lagi. “Saat ini, semua lini bisnis harus bergerak menuju digital,” cetusnya.

Bagi pemerintah juga akan lebih menguntungkan dari sisi pemasukan. “Selama ini iklan-iklan di Facebook Indonesia, pemerintah belum pernah terima pajaknya,” jelasnya.

Seharusnya Indonesia bisa menerima pemasukan dari iklan-iklan yang wara-wiri di website media sosial tersebut. Ia menilai belum adanya regulasi yang menyebabkan hal itu terjadi.

Jika infrastruktur dan regulasi telah disusun dengan baik, maka Indonesia akan menerima pemasukan besar dari media sosial.

“Apalagi jika sudah menjadi hub, maka efek ekonominya akan besar bagi Indonesia. Tinggal tetapkan regulasi dimana transaksi online dikontrol oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” harapnya.

Jadi Kota Pariwisata

Turis Singapura tiba di Pelabuhan Terminal Sekupang, Sabtu (9/9). Sabtu dan Minggu turis dari luar negeri ramai mengunjungi Kota Batam. Batam salah satu tujuan turis untuk liburan. F. Dalil Harahap/Batam Pos

Kesepakatan peningkatan kerja sama di bidang pariwisata antara Indonesia-Singapura antara Presiden Jokowi dan PM Lee Hsien Loong ditanggapi Wali Kota Batam Muhammad Rudi. Menurut dia, Pemko Batam akan langsung membenahi semua sektor yang menunjang dunia pariwisata.

“Pemko Batam akan mengubah Batam sebagai kota pariwisata,” ujar Rudi, Jumat (8/9).

Menurut Wali Kota, sampai saat ini Batam masih dikenal sebagai kota industri. Misalnya, industri manufaktur, industri logam berat, dan sebagainya. Namun, ketika nilai jual produk yang dihasilkan turun, maka kondisi itu langsung berdampak pada ekonomi Batam. Akibatnya, pembangunan daerah juga ikut turun. Untuk itu, pihaknya berupaya untuk menghidupkan sektor lain yang berpeluang mengerek kembali roda ekonomi wilayah.

“Kita mau tingkatkan pertumbuhan ekonomi yang hanya dua persen itu, bisa meningkat kembali menjadi 6 atau 7 persen,” tuturnya.

Menurut Rudi, tidak sedikit uang yang diterima oleh pelaku usaha di Batam dengan bergeraknya sektor pariwisata. Ia mencontohkan, mulai dari datangnya seorang wisatawan sampai kembali ke daerah asalnya, akan terjadi perputaran uang yang tentunya akan kembali menghidupkan sektor perekonomian di Kota Batam.

Sampai saat ini, berdasar data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Batam hingga Juli 2017 baru berjumlah 1.180.399 jiwa.

“Kita akan targetkan wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang datang ke Batam mencapai 3 juta jiwa pada tahun 2018 mendatang,” ujarnya.

Karena itu, beberapa langkah yang diambil Pemko Batam untuk menghidupkan sektor pariwisata adalah dengan meningkatkan pembangunan di bidang infrastruktur. Tahun 2018, kata Rudi, pembangunan infrastruktur jalan akan fokus pada Batam bagian timur. Hal itu karena pusat ekonomi Batam ada di daerah tersebut.

“Momen itulah yang diambil oleh Pemko Batam untuk ikut mengembangkan sektor pariwisata,” ujarnya. (leo/cr13)

Respon Anda?

komentar