ilustrasi

batampos.co.id – Gudang penyimpanan peralatan workshop galangan kapal di Ruko Rejeki Permata Hijau Blok. A/1-7, Kelurahan Bukit Tempayan, Batuaji dibobol maling, Rabu (6/9) lalu. Sejumlah alat pembuatan kapal yang bernilai sekitar Rp 1 Miliar berhasil dibawa kabur kawanan maling tersebut.

Informasi yang diperoleh, pelaku pembobol beraksi saat gudang tersebut tutup. Aksi pembobolan pertama kali diketahui oleh Sri Rejeki sang pemilik gudang saat hendak membuka gudang sekitar pulul 17.00 WIB.

Saat didatangi Sri, Gudang tersebut terlihat normal adanya. Gerbang depan gudang tak terlihat rusak ataupun terbuka sedikitpun. Namun saat dia masuk ke dalam gudang, ternyata plafon belakang gudangnya sudah jebol. Bahkan Sri juga sempat memergoki dua orang pria yang diduga kuat sebagi pelaku pencurian berlarian dan kabur melalui plafon yang jebol itu.

Sri yang datang seorang diri tak mampu berbuat banyak. Upayanya untuk mengejar dua pria tadi sia-sia sebab saat keluar ke belakang, kedua pria tersebut sudah menghilang ke arah belakang gudang.

Berdasarkan laporan yang masuk ke Mapolsek Batuaji, barang-barang gudang yang hilang diantaranya; enam gulung kabel listrik berukuran besar, 25 unit lampu kapal, 10 panel kelistrikan kapal, 100 alat sensor kapal, 27 unit kipas angin kapal dan tiga unit komputer. “Total kerugian sekitar Rp 1 Miliar, karena kata korban ada juga alat navigasi kapal yang hilang,”ujar Kanit Reskrim Polsek Batuaji Iptu Rasmen Simamora, Jumat (8/9).

Laporan tersebut diakui Rasmen sudah diterima dan saat ini pihaknya terus mendalami. Dari keterangan korban, diduga kuat pelaku pencurian itu lebib dari dua orang. “Barang yang curi cukup banyak, jadi butuh banyak orang untuk angkut itu,” ujar Rasmen.

Sementara itu dilokasi gudang yang dibobol maling, saat didatangi wartawan terlihat sepih. Gudang tersebut sudah tutup dan tak ada penjaga.

Hanif, seorang warga yang berada di dekat lokasi gudang tersebut membenarkan jika gudang tersebut dibobol maling. “Iya hari Rabu kejadiannya. Ibu itu sempat tariak-tariak, tapi tak dapat pelakunya. Banyak kerugian ibu itu. Rp 1 miliar katanya,” ujar Hanif. (eja)

Respon Anda?

komentar