2018, Pemko Batam Fokus Bangun Sekolah

Pekerja mengecor tiang SMKN 8 Farmasi di Dapur 12, Sagulung, Selasa (5/9). SMKN 8 ini akan digunakan pada tahun 2019 mendatang. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menegaskan tahun 2018 mendatang fokus pada proyek fisik infrastruktur sekolah. Terkait pengadaan, termasuk rencana pengadaan 350 komputer bakal batal.

“Udah saya bilang kalau perlu dihilangkan saja (pengadaan komputer), saya lebih utama ke fisik,” kata Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, kemarin.

Ia menyampaikan, rencana pihaknya bukan tanpa alasan. Menurutnya fokus pembangun proyek fisik seperti Ruang Kelas Baru (RKB) dan Unit Sekolah Baru (USB) diyakini dapat menyelesaikan persoalan daya tampung yang kerap terjadi di Batam tiap tahunnya.

“Biar selesai masalahnya,” ucapnya.

Bahkan ia menampik pihaknya main-main dengan anggaran jika pihaknya kembali membatalkan pengadaan pengadaan 35 komputer. Justru langkah itu diambil sebagai bentuk keseriusannya terhadap penggunaan anggaran yang tepat dan lebih berdayaguna.

“Mana ada istilah main-main, kita kerja serius supaya masalah selesai. Pendidikan lagi masalah nih, tiap tahun terima murid, lokal tak ada,” ujarnya.

Lagipula, kata Rudi, rencana tersebut belum diputuskan baru pembahasan di DPRD Batam.

Menurutnya, jika dari pengadaan tersebut akan cukup dibangun satu sekolah. “Beli 350 komputer berapa duit itu, kan lumayan bisa stu sekolah. Tapi tergantung pembahasan lagi lah,” pungkasnya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Batam menyampaikan rencana pembelian 350 komputer 2018 mendatang. Beberapa anggota DPRD Batam menyoroti pengadaan tersebut, karena Disdik justru tak tahu akan disalurkan kemana komputer-komputer tersebut kelak.

Hingga kemudian, Kepala Disdik Muslim Bidin menyampaikan pengadaan tersebut dimungkinkan akan gagal, karena Pemko Batam fokus pada pengadaan fisik. Rencana pembatalan ini menyulut reaksi Sekretaris Komisi IV DPRD Batam Udin P Sihaloho, ia menyampaikan Disdik bermain dengan anggaran yang diajukan.

Udin berpendapat postingan anggaran terkait pengadaan komputer tersebut harus dilanjut. Sebab, tak mungkin DPRD kembali menggelar rapat hanya karena penyusunan anggaran Disdik yang belum matang.

“Tak mungkin rapat lagi. Banyak mitra Komisi IV yang akan dibahas. Dulu mereka ngotot dan sekarang kita ngotot meneruskan.Notulennya sudah dibuat,” beber Udin. (cr13)

Respon Anda?

komentar