batampos.co.id – Pembaca, kenalkan Briptu Christeel Racheltania. Sehari-hari ia bertugas di Korps Brimob Resimen 1 Gegana.

Lulusan Pendidikan Bintara Polwan 2009 ini ialah pemilik sertifikat antiterorisme dari Virginia, Amerika Serikat (AS).

“Saya lulusan Bintara 2009 dan langsung ditugaskan di Korps Brimob Resimen 1 Gegana dari Polda Kepri,” kata Christeel kepada JawaPos.com di Jakarta, Selasa (12/9).

Pemilik senyum manis tipis ini dilihat secara kasat mata seperti perempuan kebanyakan. Ayu, cantik, murah senyum.

Bertugas di Korps Brimob membuat dia harus mengimbangi latihan yang dikonsumsi oleh kaum adam. Bahkan perlakuannya hampir sama. Mulai dari terjun payung, menyelam dan menembak.

“Hal itu merupakan keahlian yang harus dimiliki oleh pasukan Brimob,” ujar dara cantik ini.

Berkat ketekunan berkiprah di korps pasukan elite Polri, hingga akhirnya Christeel mendapat pendidikan antiterorisme CRT (Crisis Response Team) di Virginia, AS. Ketika itu utusan polwan dari Indonesia hanyalah tiga orang. Christeel satu di antara tiga orang itu.

Pada awal 2016, menambah kemampuannya dalam hal terorisme dengan mengikuti Master CRT di Antiterrorism Assistance Program – Department of State (ATA-DS) Amerika. Kala itu dialah satu-satunya Polwan Indonesia yang mengikuti Master CRT.

Master CRT merupakan standar kemampuan tertinggi untuk seorang operator. Tingkatan kurang lebih dari Operator CRT, Advance CRT dan Master CRT.

Pada tingkatan master CRT, Christeel dianggap mampu memiliki kemampuan lebih dalam memahami semua materi CRT. Sehingga dia berhak mendapat sertifikasi untuk menjadi instruktur CRT.

“Itu sertifikasi di personel Brimob, saya dapat sertifikasi antiterorisme itu,” ucapnya.

Tidak hanya sebatas itu, Christeel juga mengaku dirinya mendapat range master untuk penembak jitu menggunakan sniper.
a
“Saya juga dapet range master untuk penembak tepat atau penembak jitu, cuma biasanya seharusnya saksuter,” pungkasnya.

(cr5/JPC)

Respon Anda?

komentar