ATB Bekali Karyawannya Informasi Teknis

Sejumlah Karyawan ATB mendapatkan penjelasan terkait teknologi yang digunakan oleh ATB dalam mengelola air bersih. DOk/Ilustrasi/Iman Suryanto

Peningkatan sumber daya manusia (SDM) di internal PT Adhya Tirta Batam (ATB) menjadi sebuah keharusan guna memaksimalkan pelayanan kepada pelanggan. Mengingat ATB Memanfaatkan inovasi teknologi untuk operasional perusahaan.

Untuk itu, secara berkala ATB selalu memperbaharui informasi-informasi untuk karyawan guna meningkatkan pengetahuan di berbagai bidang.

Satu diantaranya pengelolaan manajemen untuk aliran air tanpa rekening (kebocoran air). Dimana ATB telah sukses dalam mengelola kebocoran air hingga menjadi teredah diantara perusahaan daerah air minum (PDAM) di Indonesia, yakni sebesar 15,25 persen.

“Tim NRW selalu memberikan pembaharuan edukasi terbaru ke seluruh karyawan. Seperti pengenalan hal-hal teknis di lapangan khususnya bagi karyawan di bagian pelayanan sambung baru. Hal ini bentuk komitmen ATB dalam memberikan pelayanan ke pelanggan. Sehingga bisa lebih baik lagi,” jelas Sadma Lastyanta Manager NRW ATB, Senin (11/9/2017).

Sadma juga meyebutkan, pelatihan teknis yang diberikan meliputi berbagai hal mulai dari pengenalan meter air, hingga hal-hal teknis seperti pengenalan sistem electro fusion pada jaringan pipa pelanggan.

Dimana sistem electro fusion jadi hal penting untuk diketahui dan dilakukan di semua jaringan pelanggan.

“Electro fusion bisa meminimalkan kebocoran yang terjadi pada jaringan pipa, khususnya pipa pelanggan. Kebocoran paling banyak terjadi pada pipa pelanggan yang menggunakan sambungan kompresion mecanical (proses penyambungan manual) atau non electro fusion, semua mau kita seragamkan,” tambah Sadma.

Aplikasi sistem electro fusion sudah di aplikasikan sejak lama oleh ATB ke pelanggan khususnya pelanggan yang tergabung dalam REI/ perumahan. Namun belum diaplikasikan pada pelanggan yang ada di wilayah kavling.

Untuk itu, dengan adanya edukasi ini tim terkait ATB akan mengaplikasikannya di kawasan kavling.

“Dalam waktu dekat kita akan terapkan juga pengenalan fitting dan electro fusion di jaringan pipa pelanggan di kawasan kavling, karena dari pelanggan perumahan sudah di aplikasikan, hal ini untuk menjaga kebocoran jaringan pelanggan,” lanjut Sadma.

Sistem electro fusion merupakan proses penyambungan pipa dengan menggunakan bahan plastik yang di lelehkan dengan menggunakan eleman. Jadi harus memiliki prosedur dan standarnya, sistem penyambungan dengan electro fusion cukup efektif menekan kebocoran air.

Sementara itu, kebocoran pada jaringan pipa lebih banyak terjadi pada komersial losess dan meter conection. Kebocoran pipa tentunya akan berdampak dengan terganggunya pressure ke pelanggan.

Termasuk kegiatan penyambungan tanpa melewati meteran (sambungan ilegal) mempengaruhi pelanggan resmi baik suplai dan tekanan akan terbagi.

Dengan adanya bentuk edukasi sekaligus pengenalan praktek yang di lakukan setidaknya bisa menambah pengetahuan tim dari pelayanan yang berhubungan langsung dengan pelanggan. Karena ATB kedepan akan semakin ekspansif menurunkan kebocoran.

“Kedepannya semuanya harus electro fusion sehingga tim kita juga harus siap untuk melakukan supervisi agar apa yang yang sudah di pasang tersebut sudah sesuai dengan standar yang sudah di tetapkan. Bisa mengetahui prosedur penggunaan electro fusion,” harap Sadma.

Bentuk edukasi yang disiapkan ATB untuk meningkatkan kompetensi SDM, juga sejalan dengan arah perusahaan sebagai Smart Water Company sehingga bisa memberikan pelayanan lebih ke pelanggan. (rilis)

Respon Anda?

komentar