Batam, Bintan dan Karimun Didorong jadi KEK

Ada berkah baru buat masyarakat Batam, Bintan dan Karimun. Tiga wilayah yang ada di area crossborder itu didorong Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Goalnya, menarik para investor Singapura agar menanamkan modalnya di Batam, Bintan dan Karimun. “Perbaikan iklim usaha di Batam, Bintan dan Karimun akan meningkatkan investasi industri pengolahan dengan nilai tambah tinggi,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melalui keterangan resmi di
Jakarta, Selasa (12/9).

Saat ini, Pemerintah Indonesia telah menyiapkan infrastruktur di Batam untuk memacu pengembangan ekonomi digital. Kawasan ini akan menjadi pusat bagi sejumlah pelaku industri kreatif di bidang digital seperti pengembangan startup, web, aplikasi, program-program digital, film dan animasi.

“Sedangkan di Bintan tengah dikembangkan Airport di lahan seluas 700 hektare. Targetnya akhir 2018 selesai. Dan juga akan dikembangkan Aerospace Industry Park di atas lahan seluas 4000 hektare,” tuturnya.

Kawasan penerbangan terpadu ini akan menjadi yang terlengkap di Indonesia. Fasilitas penunjang sangat banyak. Dari mulai sarana perbaikan pesawat, pelatihan pegawai penerbangan, serta area kawasan bisnis dan residensial, semua ada.

“Adanya bandara baru di Bintan juga menjadi alternatif wisatawan yang datang ke tiga kawasan itu yang biasanya menggunakan jalur laut,” tambahnya.

Kebetulan, Singapura merupakan mitra strategis dan investor terbesar di Indonesia. Pada 2016 lalu, nilai investasi dari Negeri Singa ini tercatat mencapai 9,2 miliar dollar AS atau di atas Jepang dan Tiongkok dengan memiliki 5.874 proyek.

Kemenperin mencatat, nilai investasi Singapura sebesar 30,9 persen dari total investasi asing di Indonesia pada sektor industri. Investasi ini menciptakan pembukaan lapangan kerja baru sebanyak 126.293 orang.

“Bahkan, Singapura tengah mengeksplorasi kesempatan investasi pada sektor industri di wilayah luar Jawa,” ungkap Airlangga.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Juli 2017 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia naik 21,57 persen dari bulan sebelumnya. Wisman asal Singapura menempati urutan ketiga dengan jumlah kunjungan sebanyak 109,2 ribu diatas Tiongkok dan Australia yang berada dinomer satu dan dua jumlah wisman yang datang ke Indonesia.

Upaya Menperin tadi membuat Menteri Parawisata Arief Yahya makin bersemangat membangun pariwisata di wilayah perbatasan.

“Batam, Bintan dan Karimun posisinya bagus. Pulaunya berdekatan dengan Singapura dan Malaysia. Dua negara itu juga pintu masuk dari negara-negara lain. Kondisi ini peluang besar untuk dimanfaatkan guna mendongkrak angka kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri,” ujar Menpar Arief.

Menpar Arief Yahya percaya akan kemampuan berbagai industri pariwisata yang ada di tiga wilayah tersebut untuk terus bersama-sama mengembangkan industri untuk terus menjadi mesin untuk mendatangkan wisman maupun wisnus ke tanah air.

“Kawasan ini sudah lumayan lengkap. Akses maupun amenitasnya sudah jadi. Mereka bahkan sudah menyiapkan bandara baru kelas internasional yang nantinya akan joint operation dengan Angkasa Pura II,” jelas Arief Yahya. (*)

Respon Anda?

komentar