ilustrasi

batampos.co.id – Polda Kepri mengungkap kembali kasus tindak perdagangan orang yang melibatkan anak dibawah umur di Lokalisasi Sintai, Jumat (8/9) lalu. Tak hanya berhasil mengamankan dua korban perdagangan orang saja, pihak kepolisian juga berhasil mengamankan dua orang tersangka.

“Dua orang pelaku yang kami amankan memiliki peranan yang berbeda,” kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga, Selasa (12/9).

Pelaku berinisial In alias It, 37 memiliki peran sebagai perekrut anak-anak tersebut. Pelaku satunya lagi merupakan pemilik cafe, Mms alias Pu,54. “Saat ini keduanya diperiksa intensif di Mapolda Kepri, terkait kasus ini,” ujarnya.

Kasus ini terungkap, berdasarkan informasi dari kedua orang tua korban. Dimana bermula anaknya bernama Dl,14 dibawa oleh In ke Batam, dengan iming-iming bekerja disalah satu cafe. Dan gaji yang ditawarkan cukup besar, sehingga membuat Dl tergiur bekerja di Batam. Tapi sesampai di Batam, Dl dipekerjakan di cafe lokalisasi sintai.

Wakil Direktur Ditreskrimum Polda Kepri AKBP Riko menambahkan, pihaknya menelusurui informasi dari orangtua Dl. “Ternyata kami menemukan Dl ini di cafe Citra Rasa,” ujarnya.

Saat penggerebekan itu, kata Riko pihaknya juga menemukan satu orang korban lainnya dari praktek perdagangan orang. “Masih dibawah umur juga, Dn,15. Juga dipekerjakan disana,” ucapnya.

Hingga kini, pihak kepolisian telah memeriksa para korban dan tersangka, serta satu orang saksi. Dari penggerebekan itu, pihak kepolisian mengamankan barang bukti 1 buah buku short time, 1 bundel nota minuman, dan tiga unit ponsel.

Diduga tak hanya terjadi tindak perdagangan orang saja. Tapi diduga juga ada tindak eksploitasi sexsual, dimana dua orang anak-anak tersebut dipekerjakan sebagai PSK. “Kami masih terus mendalami kasus ini,” ujarnya Riko. (ska)

Respon Anda?

komentar