F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kelangkaan terhadap ketersediaan gas ukuran 3 Kg, yang terjadi selama sepekan di Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, kini mulai berangsur normal kembali.

Ini dikarenakan frekuensi penambahan pasokan gas terus dilakukan Pertamina, hingga dipastikan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.

Hal ini disampaikan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Disperindag Kabupaten Bintan, Setia Kurniawan, Senin (11/9).

Menurutnya kelangkaan yang terjadi beberapa hari lalu, kini sudah berangsur normal. Pertamina sudah melakukan penambahan pasokan untuk mengatasi kelangkaan yang terjadi.

“Pasokan gas yang sempat langkah sudah kembali normal. Ini kita lihat dari frekuensi penambahan pasokan gas yang setiap harinya ditambah melebihi dari jumlah biasanya,” jelas pria yang akrab disapa Iwan tersebut.

Diantaranya, penambahan ekstra untuk empat hari sebelumnya.

Seperti hari pertama, Pertamina menambah pasokan sebanyak 4 Lo, dengan total keseluruhan menjadi 27 Lo.

“Tanjungpinang dapat 13 Lo, dan Bintan dapat 14 Lo. Dengan tambahan 1 Lo untuk Tanjungpinang, dan 3 Lo untuk Bintan, yang masing-masingnya dijual langsung kepada masyarakat melalui operasi pasar,” terangnya.

Hari kedua, lanjutnya Pertamina menambah pasokan sebanyak Lo, dengan total keseluruhan menjadi 31 Lo. Tanjungpinang, dapat 17 Lo, dan Bintan dapat 14 Lo.

Sedangkan hari ketiga, Pertamina menambah pasokan sebanyak 7 Lo, dengan total keseluruhan menjadi 30 Lo. Tanjungpinang dapat 15 Lo, dan Bintan dapat 15 Lo.

“Penambahan khusus juga dilakukan di hari ke empat, yakni Minggu. Biasanya Minggu libur pengiriman, tapi kini dijadwalkan rutin adanya pengiriman sebanyak 13 Lo untuk Tanjungpinang, dan Bintan,” sebutnya.

Penambahan di hari Minggu tersebut, kata Iwan merupakan terobosan terakhir yang dilakukan Pertamina demi memenuhi kebutuhan bagi masyarakat.

“Semua langkah antisipasi sudah dilakukan. Jadi tidak ada alasan lagi adanya kekurangan gas. Kalau pun ada, berarti diduga kuat telah terjadi penimbunan di pangkalan. Dan ini yang terus akan kita pantau,” tegasnya. (cr20)

Respon Anda?

komentar