Kapolsek Lubukbaja Kompol Muhamad Chaidir mmemberikan keterangan kronologis penangkapan dua pelaku penipuan saat ekpos di Mapolresta Barelang, Selasa (12/9). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Tim Buser Polsek Lubukbaja terus mendalami sepak terjang kedua pelaku hipnotis, Huang alias Ahui dan Agustin alias Ani, yang menyasar warga tionghoa, hingga menghasilkan miliaran rupiah dari aksinya.

“Yang pasti, Ahui dan Agustin saat ini kami dalami atas aksinya di Batam dan Bintan serta Tanjungpinang, ” ujar Kapolsek Lubukbaja, Kompol Chaidir, Rabu (13/9) siang.

Kedua pelaku selalu menyasar warga tionghoa sebagai korbannya, alasannya karena warga tionghoa mayoritas berharta dan berduit. Apalagi modus yang digunakan, kedua pelaku mengaku banyak mengenal tokoh agama seperti suhu, biksu dan kepala kelenteng.

“Saat beraksi, kedua pelaku mengaku bisa mensucikan harta benda dengan cara disembahyangi dan didoakan. Setelah korban terperdaya dan percaya, pelaku meminta seluruh perhiasan, uang ataupun barang berharga lainnya, diserahkan untuk dibawanya ke kelenteng atau vihara, ” terang Kompol Chaidir.

Sampai di kelenteng ataupun vihara, korban diarahkan untuk langsung mengambil tempat dan sembahyang. Saat korban sembahyang itulah, pelaku kabur membawa harta dan meninggalkan korbannya di tempat sembahyangan.

Aksi kedua pelaku bisa diungkap polisi setelah terekam kamera pengawas atau CCTv yang terpasang di beberapa tempat sembahyang warga tionghoa.

“Awalnya kedua pelaku, Ahui dan Ani tak mengakui perbuatannya. Padahal semua korban yang melapor, seperti salah satu korbannya, atas nama Cahyati, setelah dijumpakan dengan pelaku langsung yakin merekalah pelakunya. Begitu kita putar beberap rekaman kamera pengawas, mereka tak bisa mengelaknya. Semua aksi kedua pelaku terekam kamera pengawas di kelenteng maupun vihara di Batam, baik saat keduanya mengarahkan korban untuk sembahyang sampai dengan pelaku membawa kabur barang berharga milik korbannya.,” kata Kompol Chaidir. (gas)

Respon Anda?

komentar