Pasien melintasi lorong di Poli RSUD Embung Fatimah, Batuaji, Selasa (15/8). Spesialis Poli di RSUD Embung Fatimah sudah buka normal pasca mogok dokternya Senin kemarin. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Target pendapatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah turun Rp 5 Miliar. Jika awalnya ditargetkan Rp 85 Miliar, kini turun menjadi Rp 80 Miliar.

“RSUD targetnya turun,” kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Batam, Abdul Malik, kemarin.

Hal ini dibenarkan Plt Direktur RSUD Embung Fatimah Didi Kusmarjadi. Target yang diperbaharui ini akan jadi fokus pihaknya ke depan.

“Kita proyeksikan akhir tahun Rp 80 miliar tercapai. Kalau nggak, gimana mau bayar obat dan tenaga,” ucap Didi.

Soal alasan target turun, Didi mengarahkan untuk ditanyakan pada Wakil Direktur Keuangan RSUD Embung Fatimah Afriani. Namun, berkali-kali dihubungi Afriani tak merespon.

Untuk diketahui, sektor pendapatan lain juga turun. Hal ini pernah disampaikanKepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah ( BP2RD) Kota Batam, Raja Azmansyah.

Di antaranya, pajak Hotel dari Rp 117 miliar menjadi Rp 96 miliar, Pajak Restoran dari Rp 67 miliar menjadi Rp 57 miliar. Pajak Hiburan turun Rp 1 miliar dari Rp 25 miliar menjadi Rp 24 miliar, sedangkan pajak Reklameturun Rp 2 miliar dari Rp 8 miliar menjadi Rp 6 miliar.

Sementara itu, Pajak Parkir Rp 12 miliar menjadi Rp 6,5 miliar sedangkan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan Rp 8 miliar menjadi Rp3 miliar atau turun Rp 5 miliar.

Hal lain yakni Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) Rp342 miliar menjadi Rp250 miliar. “Ada efek global kenapa kita seperti ini,” kata Raja. (cr13)

Respon Anda?

komentar