Jembatan Busung, Bintan

batampos.co.id – Warga kampung Teluk Dendang Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, menolak rencana pembangunan estuari dam Busung. Selain akan kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian, mereka takut kualat apabila sampai makam keramat yang ada di sana hilang karena tenggelam.

Tokoh masyarakat Mochtar menjelaskan empat makam keramat telah ada sejak zaman datuknya. Di sana, ada makam Datuk Hang Nadim, Datuk Panglima, Datuk Muhammad Tahir dan Wan Siti Fatimah. Warga Malaysia maupun Singapura bahkan sejumlah pejabat dari Jakarta sering berkunjung ke makam keramat itu.

Bukan cuma makam keramat, ada ratusan makam yang juga akan hilang jika bendungan dibangun,” katanya.

Sejak awal, dikatakannya masyarakat tidak sekali pun diajak komunikasi oleh pemerintah pusat terkait rencana pembangunan estuari dam Busung. Rencana ini baru diketahui setelah ada undangan ke kantor dewan.

“Dewan saja awalnya tidak tahu,” ucapnya.

Secara tegas, ia mewakili masyarakat menolak pembangunan estuari dam Busung.

Kades Busung Rusli membenarkan, masyarakatnya keberatan dan menolak rencana pembangunan estuari dam Busung, sebab banyak masyarakat yang akan kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian. Sebelumnya, dewan menemui kementerian dengan maksud menunda pembangunan estuari dam Busung, karena dinilai belum mendesak.

Selain itu, pemda belum siap mengalokasikan anggaran untuk pembebasan lahan yang ditaksir mencapai Rp 400 hingga Rp 500 miliar. Hanya, pembangunan yang masuk dalam program strategis nasional itu akan dimulai pada tahun 2021 dengan menelan anggaran sekitar Rp 1,3 triliun. (cr21)

Respon Anda?

komentar