Iklan
ilustrasi

batampos.co.id – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, nilai ekspor non migas pada Agustus 2017 mengalami peningkatan dibanding dengan Juli 2017 ke 13 negara tujuan.

Iklan

“Secara keseluruhan total ekspor ke-13 negara tujuan utama seperti Tiongkok, Amerika Serikat, Singapura, Australia, India, Taiwan, Malaysia, Belanda, Jepang, Thailand, Korea Selatan, Jerman, Italia, itu meningkat 12,41 persen,” kata Suhariyanto dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (15/9).

Ekspor komoditi non migas ke Tiongkok bernilai 12.678,2 juta dolar AS.

Ke Amerika Serikat senilai 11.368 dolar AS disusul Jepang 9.288 juta dolar AS

Sementara itu, untuk ekspor ke kawasan Uni Eropa sebanyak 28 negara pada Agustus 2017 mencapai USD 1.414 juta.

Sekadar informasi, ekspor Indonesia pada Agustus 2017 meningkat 11,73 persen dibanding Juli 2017, yaitu dari USD 13.6611,2 juta menjadi USD 15.208,4 juta. Demikian juga dibandingkan dengan Agustus 2016, ekspor meningkat 19,24 persen.

Peningkatan ekspor Agustus 2017 dibanding Juli disebabkan oleh peningkatan ekspor migas yakni sebesar 9,61 persen, yaitu dari USD 1.1665,0 juta menjadi USD 1.2766,9 juta, demikian juga ekspor non migas naik 11,93 persen dari USD 12.446,2 juta menjadi USD 13.931,5 juta.

“Ekspor Indonesia pada Agustus 2017 ini meningkat 11,73 persen dibanding Juli. Kalau dibandingkan year on year total ekspor agustus naik 19,24 persen, ekspor migasnya naik 12,5 persen nilainya, tapi volumenya turun sehingga ada pengaruh kenaikan rata-rata harga agregat,” tutup Suhariyanto. (cr4/JPC)