Baharudin petani di Paritbugis saat menanam bibit padi,
Jumat (15/9)kemarin. F.Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Baharudin petani di Bintan berharap mendapatkan bantuan pupuk subsidi. Di atas lahan seluas 1 hektare, petani asal Kampung Parit Bugis, Desa Bintan Buyu Kecamatan Teluk Bintan ini menanam padi dengan pupuk non subsidi yang dibelinya.

Ditemui Batam Pos, Jumat (15/9), bapak tiga anak ini mengenggam bibit padi setinggi 5 sentimeter. Di tangan satunya, ia membawa alat tani berbentuk runcing untuk membuat lubang sebelum bibit padi ditanam. “Tanah di sini keras makanya harus dibuat lubang-lubang dulu, baru ditanam padi,” katanya.

Dirinya bersyukur, meski tanah di Bintan mengandung bauksit, namun padi yang ditanamnya tumbuh subur. Sudah beberapa kali dia berhasil menanam padi. Sekali panen, dia bisa menyimpan gabah untuk 3 tahun. “Tak perlu beli beras,” ungkapnya.

Akan tetapi dikeluhkannya, bantuan pupuk dari pemerintah sama sekali tidak dirasakannya. Sejak menjadi petani, ia belum pernah menerima bantuan pupuk subsidi karena minimnya informasi. Biasanya ia membeli pupuk di toko yang menyediakan bibit pertanian di Gunung Kijang.

“Kalau beli sendiri, pupuk urea saja tiga karung yang beratnya 50 kilo, lumayan uangnya. Jika dieceran per kilo 15 ribu. Bibit juga kami beli sendiri. Bibit padi yang kami tanam ini, bibit padi Lembusawah dari Sumatera,” katanya.

Sementara itu, Kadis Pertanian Bintan Supriyono mengatakan, bantuan pupuk subsidi disalurkan ke kelompok tani, tidak bisa perorangan. Karena itu, petani harus membentuk kelompok tani. Kemudian, saat akan penyusunan awal tahun, dilakukan RDKK.

“Kelompok yang mengajukan ke kita, lalu kita ajukan ke pemerintah pusat dan perusahaan pupuk Metrokimia tempat pendistribusian pupuk. Pemda hanya sebagai fasilitator di sini,” tukasnya. (cr21)

Respon Anda?

komentar