batampos.co.id – Pemko Tanjungpinang mesti bijak menyikapi defisit keuangan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018 mendatang. Diperkirakan dari angka rutin anggaran yang biasanya ada di kisaran Rp 900-an miliar, pada tahun depan berkurang jadi Rp 700-an miliar saja.

Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menyadari hal tersebut. Rasionalisasi, kata dia harus dilakukan. “Dalam perhitungan saya, rata-rata rasionalisasi di masing-masing OPD antara 20 sampai 25 persen,” kata Lis, kemarin.

Karena itu, Lis mengimbau seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar dapat menyusun program kerja tahun depan yang lebih realistis, terukur, dan tepat sasaran. “Artinya programnya memang harus benar-benar dibutuhkan masyarakat,” ujar Lis.

Kemungkinan lain yang bisa menyelamatkan kekuatan keuangan Pemko Tanjungpinang adalah dana tunda salur dari Pemprov Kepri yang diharapkan Lis bisa segera terealisasi. Dengan begitu, sedikit banyak akan membantu penuntasan program-program kerja yang sudah disusun.

“Kami harap bisa lekas turun secepatnya agar bisa difungsikan sebagaimana mestinya,” ungkapnya.

Terpisah, Anggota Banggar DPRD Tanjungpinang, Simon Awantoko menyatakan estimasi pendapatan daerah pada 2018 mendatang diprediksi sebesar Rp 778,23 miliar. Dinyatakan dari total estimasi pendapatan daerah sebesar itu,sebanyak Rp 430,74 miliar diantaranya bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU).

Dari total estimasi dana perimbangan sebesar Rp 613,43 miliar dan dikurangi DAU sebesar Rp 430,74 miliar, sisanya adalah bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak Rp 86,7 miliar, dana alokasi khusus fisik Rp 50,06 miliar, dan dana alokasi khusus non fisik sebesar Rp 45,85 miliar.

“Sebagian besar kekuatan keuangan Pemko memang berasal dari dana alokasi dan dana bagi hasil,” pungkasnya. (aya)

Respon Anda?

komentar