Kasi Intel Kejari Lingga Efan memberikan materi kepada siswa SMPN 2 Singkep, Selasa (19/9) pagi. F Wijaya Satria/Batam Pos.
batampos.co.id – Di ruang laboratorium SMPN 2 Dabo Singkep, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Lingga Efan Apturedi bersama 60 siswa perwakilan dari 550 siswa di sekolah tersebut menonton sejumlah film yang berkaitan dengan materi yang disampaikan Jaksa untuk memberikan pengenalan hukum sejak dini.
“Dengan metode ini semoga siswa SMP Negeri 2 Dabo Singkep ini lebih tertarik dan cepat menerima materi yang kami sampaikan,” kata Efan setelah selesai memberikan pemahaman hukum di ruang labor yang tergolong sempit itu, Selasa (19/9) pagi.
Lebih lanjut Efan menjelaskan, materi yang disampaikan adalah pengenalan institusi kejaksaan kepada siswa yang hadir. Dengan tujuan siswa di sekolah SMPN 2 Singkep mempunyai keinginan menjadi salah satu institusi penagak hukum yakni menjadi Jaksa.
Sedangkan materi utama yakni memberikan pengertian terhadap siswa untuk menjauhi narkoba agar tidak berhadapan dengan hukum. Efan menegaskan hukuman paling tinggi terhadap kasus narkoba adalah hukuman mati. Untuk mencegah itu, Efan meminta siswa pada tahap awal menjauhi rokok.
Materi yang lainnya yakni yang sering terjadi dewasa ini didunia maya atau yang sering disebut cyber crime dan tindakan kekerasan yakni dengan membuly teman. Efan melanjutkan, tindakan bulying sering dilakukan siswa bukan hanya dengan kekerasan, saat ini sering dilakukan dengan tindakan verbal, mengucilkan teman dan sebagainya baik langsung maupun di dunia maya.
“Intinya jangan membuka situa-situ yang dilarang, forno dan sebagainya. Tindakan buli juga sering dilakukan di dunia maka jauhi hal itu karena ada hukum yang mengaturnya,” kata Efan.
Lebih lanjut Efan menjelaskan, dalam kesempatan ini Kejaksaan negeri Lingga juga menekankan kepada siswa untuk mengenal dan menjauhi tindak pidana korupsi. Jika penolakan dengan korupsi telah ditanamkan sejak dini harapannya akan membentuk hidup kehidupan yang baik bagi penerus bangsa kedepan.
Sementara itu di tempat yang sama, Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Singkep Sukirno mengaku senang dengan adanya kegiatan Jaksa masuk sekolah ini. Dengan begitu dia berharap akan menambah pengetahuan siswa terhadap hukum dan dapat membentuk siswa dengan kepribadian yang taat hukum.
“Tapi kami menghaturkan maaf karena lokasi kegiatan di dalam ruangan yang sempit. Kami tidak punya fasilitas yang baik seperti ruang aula atau sebagainya,” kata Sukirno. (wsa)

Respon Anda?

komentar