Jamin Hidajat. F.Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Empat perusahaan patungan asal Singapura menjajaki investasi di Kawasan Industri Bintan (KIB), Lobam, Bintan. Empat perusahaan itu akan melakukan perluasan industri galangan kapal di Lobam dengan nama Bintan Offsore Marine Center (BOMC) di Lobam.

“Tinggal sign kontrak, harus jadi. Makanya kita dorong,” kata Manager
Liaison Bintan Inti Industrial Estate (BIIE) Lobam, Jamin Hidajat, Selasa (19/9).

BOMC adalah merger empat perusahaan yang diperintah Gallant Venture. Mereka akan melakukan perluasan industri galangan kapal di Lobam. Jamin mengatakan, BOMC akan dibangun di kawasan industri Bintan, Lobam dengan tahap awal memerlukan lahan sekitar 30 hektare. Total lahan yang dibutuhkan sampai dengan tahap akhir sekitar 70 hektare lahan, di pinggir laut dengan cakupan air 800 meter. Hanya, dirinya masih merahasiakan nilai investasi dari empat perusahaan patungan itu.

Jamin menjelaskan, BOMC tidak membuat kapal atau pabrikasi melainkan industri reparasi kapal, menyediakan logistik proyek untuk industri sumber daya pertambangan, minyak dan gas, kelautan, dan penerbangan. “Interior lah,” ujarnya.

Sedangkan industri manufacturing atau pabrikasi pembuatan kapal menurutynya, lebih tepat di Batam dan Karimun. Dia juga mengatakan, pemerintah sangat mendukung hadirnya BOMC di Lobam. Bahkan, baru-baru ini pihaknya sudah membicarakannya dengan Kadin dan Kementerian Koordinator Ekonomi di Batam. “Pemda juga
mendukung ke arah itu,” katanya.

Menurutnya, ini adalah peluang yang sangat besar bagi Bintan, sebab akan berdampak luas ke masyarakat. Terlebih, beberapa jenis industri berat di Singapura akan keluar dari negeri Singa itu. “Heavy industri akan out di Singapura. Makanya, ini baik buat kita sebab dampaknya multiefek,” ujarnya memprediksi ratusan ribu tenaga kerja bakal tersedot pada industri ini. (cr21)

Respon Anda?

komentar