batampos.co.id – Konsul Jenderal Cina di Medan, Sun Ang, menegaskan pemerintah negaranya akan terus mempedalam kerja sama ekonomi di wilayah Kepri dan Batam. Hal ini disampaikan Sun Ang saat berbincang dengan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, di Istana Kota Piring, Tanjungpinang, Selasa (19/9).

“Kami ingin melihat peluang lain untuk meningkatkan investasi yang telah ada sebelumnya,” ujar Sun Ang.

Menurut Sun Ang, di antara beberapa wilayah di Kepri, Batam memiliki peluang investasi yang paling cerah. Secara umum dia menilai kondisi usaha di Batam cukup baik dan prospek ke depannnya cukup bagus.

Sayangnya, kata dia, banyak investor di Batam yang ia temui mengaku masih ragu saat akan meningkatkan investasinya. Penyebabnya antara lain karena regulasi dan kepastian hukum yang tidak jelas.

“Kami siap berinvestasi di Kepri karena kami mempunyai kelebihan dana dan teknologi. Satu hal yang perlu dibenahi adalah masalah regulasi yang memberatkan dunia usaha,” ujar Aun Ang.

Dalam kesempatan itu Sun Ang menyampaikan undangannya kepada Gubernur Kepri untuk mengunjungi Kota Shenzen di Tiongkok. Menurut dia, Shenzen saat ini sudah berkembang menjadi kawasan ekonomi khusus yang sangat maju. Padahal, sebelumnya Shenzen belajar dari Kota Batam.

“Semoga kerja sama yang telah lama ini semakin terjalin dengan erat dan sama-sama menguntungkan kedua belah pihak,” harap Sun Ang.

Sementara Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, menyodorkan sejumlah proyek besar kepada Konjen China di Medan. Antara lain proyek jembatan Batam-Bintan (Babin) dan proyek pelabuhan berkapasitas besar lainnya.

“Kabarkan ke investor dari Cina, banyak peluang investasi yang menjanjikan di Kepulauan Riau. Kepri membutuhkan investasi di sektor infrastruktur, pariwisata, dan kemaritiman,” kata Nurdin.

Menurut Nurdin, keberadaan Jembatan Batam-Bintan dan pelabuhan peti kemas akan membuat ekonomi Kepri tumbuh dan berkembang semakin baik. Sehingga pihak investor pasti akan sangat diuntungkan nantinya.

“Investor dari Cina pasti banyak yang berminat di sektor ini,” kata Nurdin.

Menurut Nurdin, banyak keunggulan yang dimiliki Provinsi Kepri sehingga segala peluang bisa diinvestasikan. Dunia pariwisata yang sedang tumbuh bisa menjadi pilihan untuk investasi.

Sektor kemaritiman, menurut Nurdin, juga punya peluang yang sangat luas. Bisa di sektor pariwisata bahari, minyak dan gas, dan bidang perikanan.

“Kepri membuka diri kepada investor Cina untuk terus berinvestasi pada berbagai bidang,” ujar Nurdin.

Untuk dunia usaha, Gubernur menegaskan kondisi keamanan di Kepri cukup kondusif, aman, dan bebas dari berbagai macam ancaman. Sebab pemerintah dan aparat keamanan memberi perhatian besar terhadap jaminan keamanan bagi dunia usaha.

Nurdin mengakui, saat ini kerja sama ekonomi dan investasi dari Cinta di Kepri cukup besar. Namun sejauh ini masih banyak dilakukan di Batam. Dia berharap pada masa mendatang pemerintah Cina dapat meningkatkan investasinya di daerah lain di Kepri.

“Terus dan tingkatkan investasi pada berbagai sektor di wilayah Kepulauan Riau. Investasi yang bisa saling menguntungkan, yang bisa membuat kita sama-sama hidup dan sama-sama tumbuh,” pesan Nurdin.

Sementara di Batam, investor asal Cina tertarik berinvestasi di sektor agrobisnis. Beijing China CCPIT Sub-Council of Chemical Industry beniat untuk menjajaki pengembangan bisnis ini. Saat ini mereka tengah menggali informasi dari Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Pemerintah Kota (Pemko) Batam terkait ketersediaan lahan di Batam dengan dipandu oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari hasil forum bisnis di Johor, Malaysia, beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan tersebut pihak Beijing menyatakan minat melakukan kerja sama di bidang agrowisata, agrobisnis, dan argoteknologi.

“Mereka berjanji mampu menghasilkan produk organik sehat yang punya nilai tinggi di pasar internasional,” kata Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk, Selasa (19/9).

Jadi mengatakan, selama ini Cina sudah banyak menjalin kerja sama serupa dengan beberapa negara. sektor agrobisnis Batam dinilai memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan karena lokasinya yang strategis.

Terpisah, Deputi IV BP Batam Robert Purba Sianipar mengatakan, potensi industri agrobisnis masih sangat besar untuk berkembang di Batam. Ia menyebut lahan di Seitemiang dengan luas 116 hektare yang selama ini dikelola BP Batam sebagai lokasi ideal untuk pengembangannya. Menurut Robert, Beijing memiliki teknologi tinggi dalam mengelola industri dan itu selaras dengan visi dan misi BP Batam yang memprioritaskan industri berteknologi tinggi.

“Ini masih tahap awal. Selanjutnya kami akan menjajaki konsep kerja sama dan seterusnya,” ungkap Robert.

Sementara itu, Vice Chairman Beijing China CCPIT Sub-Council of Chemical Industry, CCOIC Chemical Industry Chamber of Commerce, Madam Marrian Ma, mengatakan bahwa program ini sudah dilakukan Presiden Cina dengan banyak negara. Tercatat program kerja sama agrobisnis ini telah sukses di 100 negara dan kini mereka mencoba menawarkan kerja sama ini ke Indonesia dan Filiphina.

“Batam, menurut kami adalah peluang yang sangat baik, sangat bagus dan kami percaya bisnis ini akan memberikan value atau nilai tambah bagi pembudidayaan agrobisnis di Batam,” ungkapnya.

Sebelumnya, Vice Consul and Interpreter for Administrativ Konjen Cina di Medan, Chang Xiaozhu, menyambangi Mapolda Kepri, Senin (18/9) lalu. Kedatanganya ini untuk menanyakan kondisi keamanan Batam dan potensi wisata di Kepri. Hal ini dilakukannya, mengingat banyaknya wisatawan asal Cina yang berlibur ke Kepri.

“Iya, kemarin (18/9) mereka datang,” kata Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian, Selasa (19/9)

Terkait pertanyaan pihak Konjen Cina itu, Sam menyampaikan kondisi Batam sangat aman dan kondusif. Meskipun kata Sam, saat ini kondisi ekonomi di Batam tengah lesu. Jumlah pengangguran juga meningkat.

“Tapi saya menjamin kondisi Batam aman,” ucapnya.

Ia mengatakan jaminan kondisi aman ini tak hanya di Batam saja. Tapi juga di daerah Kepri lainnya seperti Bintan, Tanjungpinang, Karimun, Anambas, Linggga, dan Natuna. Sehingga wisawatan asing asal Cina dapat berlibur dengan tenang di Provinsi Kepri.

“Dari data yang kami miliki, kebanyakan wisatawan asal Cina menginap dan menghabiskan liburannya di Lagoi,” ujarnya.

Terkait kerja sama di sektor pariwisata dan ekonomi, Sam mengatakan pihaknya sangat mendukung dua poin tersebut. Sebab kerja sama ekonomi yang baik akan membawa efek domino yang positif pula bagi masyarakat luas. (leo/ska/jpg)

 

Respon Anda?

komentar