ilutrasi : fajar / radar surabaya

Berikut kisah Donjuan, 25 tahun. Pria yang tinggal di kawasan Rungkut, Surabaya  ini mengaku tidak pernah menyentuh istri yang baru dinikahi empat bulanan ini.

Sejak awal ia memang menolak untuk menikah, namun orang tuanya memaksannyna menikah.

“Saya dari awal sudah bilang enggak mau, tapi terpaksa karena orang tua punya (sakit) jantung. Ya mau gimana lagi, harus saya terima ini dengan terpaksa. Sekarang istri menggugat cerai karena tidak pernah aku sentuh,” kata Donjuan dalam proses gugata cerai di Pengadilan Agama (PA), Klas 1A Surabaya, kemarin.

Terlihat lelah dan tidak bersemangat, Donjuan menyatakan blak-blakan dirinya tidak suka dengan bau seluruh wanita. Terutama, wanita yang dalam masa menstruasi.

”Bau banget, seperti amis begitu baunya. Saya sudah yakinkan itu dari awal ke ibu. Kalau ibu saya dulu lagi haid saja, saya pindah ke rumah kakek. Jaranglah kumpul dengan wanita,” tambah Donjuan kepada Radar Surabaya.

Menurut ia, ketajaman bau wanita menstruasi sudah didapat sejak kecil. Waktu itu, ia sering main ke kali di rumah neneknya di kawasan Bangkalan. Ia sering mengintip wanita mandi.

”Saya pernah intip wanita mandi waktu haid, aduh munek- munek perutku. Saya terjatuh dan akhirnya sampai sekarang punya kelebihan itu,” tambahnya.

Dengan sangat terpaksa, ia kini tidak mau kerja jika ada wanita di sekitarnya. Ia memilih kerja di warung kopi khusus pria, sedangkan kalau ada wanita ia berusaha menghindar.

”Kalau wanitanya enggak haid ya enggak bau, kalau haid itu yang baunya bikin munek munek (mual),” papar dia.

Sementara itu, Karin,20,  istrinya juga mengaku tidak suka dengan suaminya.
”Terpaksa karena diminta ibu kawin, kalau tahu gitu saya emoh nikah dengan pria aneh sedunia di dunia,” kata dia.

Ia berharap masih bisa mencari suami baru. Bahkan, kabarnya ia sudah memiliki pengganti baru.

”Lebih ganteng dari suami,” pungkasnya.

(Umi Hany Akasah-Wartawan Radar Surabaya)

Respon Anda?

komentar