batampos.co.id – Google Alphabet mencapai kata sepakat dengan HTC Taiwan untuk memperluas bisnis smarthone mereka. Mereka mengambil alih sebagian sumber daya HTC untuk membantu mengembangkan bisnis smartphone Google. Nilainya USD 1,1 miliar (setara Rp 13, 3 triliun).

Dengan kesepakatan ini, sejumlah besar staf HTC akan bergabung dengan raksasa Silicon Valley tersebut. HTC yang berbasis di Taiwan pernah menjadi pemain utama di pasar smartphone. Namun belakangan mereka terseok-seok dan babak belur melawan Apple dan Samsung. Bagi kedua belah pihak, kesepakatan ini diharapkan menjadi angin segar bagi bisnis ponsel pintar keduanya.

Google berharap bisa meningkatkan kemampuan perangkat kerasnya. Dan HTC Taiwan berharap bisa terus bertahan di dunia smartphone yang keras.

”Ini adalah awal dari bisnis perangkat keras Google,” kata kata wakil presiden senior perangkat keras Rick Osterloh dalam sebuah posting blog di situs Google.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Google akan mengakuisisi tim orang-orang yang mengembangkan smartphone Pixel untuk perusahaan AS dan menerima lisensi non-eksklusif untuk kekayaan intelektual HTC. Ini membangun kemitraan yang ada antara kedua perusahaan teknologi.

”Googler (karyawan Google) masa depan ini adalah orang-orang hebat. Kami sudah bekerja sama dengan sangat erat di jalur smartphone Pixel,” kata Osterloh.

Menurut HTC, tim riset dan pengembangan smartphone mereka – sekitar 2.000 orang – akan pergi ke Google. HTC sudah memproduksi smartphone Google, Pixel, dan Pixel XL. Perusahaan akan merilis update versi perangkat bulan depan.

Kesepakatan ini adalah langkah besar kedua Google untuk terjun ke bisnis manufaktur smartphone. Pada tahun 2011 Alphabet, yang kemudian bernama Google, membeli Mobilitas Motorola seharga USD 12.5 miliar. Tetapi, tiga tahun kemudian, Google menjualnya.

Logo Google di smartphone di depan loho HTC. (REUTERS/Dado Ruvic)

Geoff Blaber dari CCS Insight mengatakan kesepakatan dengan HTC akan menyumbang sumber daya berharga bagi perusahaan. ”Google mengambil risiko jika hanya berdiam diri dan tidak berbuat apa-apa. Pasalnya, perangkat keras menjadi bidang yang sangat penting untuk mengakhiri bisnis intinya,” kata Blaber.

Dan buat HTC, kata Blaber, kesepakatan ini adalah investasi yang sangat dibutuhkan. ”HTC berjuang untuk mempertahankan bisnis smartphone dan tumbuh lebih awal dalam realitas maya,” tambahnya.(tia/Reuters/BBC/JPC)

Respon Anda?

komentar