Edy diamankan polisi dan saat ini mendekam di tahanan Polres Bintan. F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Satreskrim Polres Bintan menahan pelaku penggelapan lahan, Edy Wiyono alias Edy bin Nurdin di Desa Teluk Bakau, Senin (18/9). Edy diduga menggelapkan lahan senilai Rp 3 miliar milik Megain Wijaya. Dari pengakuan pelaku, uang hasil penggelapan sebesar Rp 450 juta mengalir ke sejumlah oknum pejabat.

Kepada penyidik, tersangka mengaku awalnya diberikan surat kuasa dari dokter Dwi untuk mengurus persoalan lahan milik korban, Megain Wijaya di Desa Teluk Bakau Kecamatan Gunung Kijang. Dokter Dwi sendiri merupakan orang yang dipercayai korban untuk menyelesaikan masalah lahannya.

Tiba-tiba, pelaku meminta surat asli lahan tersebut ke dokter Dwi, dengan alasan sebagai dasar untuk membuat laporan kepolisian atas masalah lahan yang dihadapi korban. Setelah mendapatkan surat asli alas hak pelaku bukan melaporkan ke polisi akan tapi mengadaikan surat itu.

“Pelaku sudah menjual lahan tersebut ke orang lain, dengan harga Rp 450 juta,” kata Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Adi Kuasa Tarigan kepada Batam Pos, Rabu (20/9) kemarin.

Sejauh ini, pelaku mengaku bahwa uang hasil jual tanah itu, mengalir ke sejumlah oknum pejabat. “Keterangan pelaku, uangnya mengalir ke oknum pejabat mulai di RT, desa sampai di kecamatan, nama-nama yang disebut pelaku akan kita mintai keterangan dalam waktu dekat,” sebutnya.

Sementara itu, pelaku ditahan setelah adanya laporan korban, Megain Wijaja di Mapolres Bintan. Di laporan kepolisian LP- B / 91 /VII/2017/ KEPRI / RESBINTAN, Tgl 06 Juli 2017, itu, korban mengaku telah mengalami kerugian sekitar Rp 3 miliar, karena lahannya telah digelapkan pelaku. (cr21)

Respon Anda?

komentar