Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) di Sagulung. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan segera membubarkan Yayasan Karya Bangsa yang mengelola Balai Latihan Kerja (BLK) di Batuaji. Alasannya karena Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) telah meminta untuk mengelola BLK tersebut.

“Saat ini BLK tersebut masih dibawah pengelolaan yayasan. Staf ahli Kemenaker sudah rapat kami pada 8 September lalu dan meminta agar BLK tersebut direhabilitasi dan diserahkan ke mereka,” kata Deputi IV BP Batam, Robert Purba Sianipar, Jumat (22/9).

BLK ini nantinya akan dibuat sebagai BLK untuk industri yang memberikan bimbingan mengenai industri elektronik, teknologi tinggi dan lainnya yang mendukung ketersediaan tenaga kerja lokal berkompetensi untuk industri di Batam.

BP Batam juga akan mendukung Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam membangun BLK maritim di Nongsa. Namun hingga saat ini, Robert mengaku belum komunikasi mengenai pembangunan BLK tersebut.

“Sesuai dengan surat Pemko Batam yang ditujukan ke Dirjen Pembinaan, Pelatihan dan Produktivitas Kemenaker pada 4 Agustus lalu, Pemko yang akan menyediakan lahan untuk BLK tersebut,” ungkapnya.

Dalam surat bernomor 21/Disnaker/VIII/2017 tersebut, Pemko Batam menyetujui usul pembangunan BLK maritim di Nongsa.”Mereka sediakan lahan yang dibutuhkan dan akan mematangkan lahannnya. Dan saat ini tinggal menunggu proses administrasi,” ungkapnya.

Lahan untuk BLK maritim kata Robert berada disamping Kebun Raya Bogor dan di dekat Palm Spring. Dan lahan yang dijadikan lokasi pembangunan BLK maritim tersebut sudah lama dialokasikan kepada Pemko Batam oleh BP Batam.”Jadi lahan tersebut bukan hutan seperti yang disebut dalam media hari ini. Jika Pemko ingin lahan di pesisir, kami siap membantu. Kami dukung pembangunan BLK karena akan memperkuat poros maritim,” pungkasnya.(leo)

Respon Anda?

komentar