ilustrasi: fajar / radar surabaya

batampos.co.id – Sudah tiga tahun ini, Donjuan memanfaatkan harta milik mertuanya untuk pamer.

Donjuan, 33, mengaku cukup bangga memiliki mertua kaya raya. Pria asal Kedung Tarukan itu pun suka koar koar, pajang foto rumah dan villa milik mertuanya di media sosial (medsos)-nya.

Dalam seminggu sekali, ia keliling dan menikmati aset-aset milik mertua lalu meng-update ke medsos.

Lambat laun, istrinya, Karin, 30, geram lantaran Donjuan juga memanfaatkan hal itu untuk menggaet para wanita di dunia maya.

“Ngaku ngaku itu miliknya, orangtua dan keluarga sih enggak pernah lihat medsos. Tapi, ya gitu teman-teman pada tahu semuanya,” kata Karin di sela-sela gugatan cerai di Pengadilan Agama (PA), Klas 1A Surabaya, Jum’at (22/9).

Bersama pengacaranya, Karin mengaku sudah sakit hati dengan suaminya. Pasalnya, suami banyak menggaet para wanita cantik seantero jagat raya lewat medsos.

“Jan enggak punya perasaan. Dia menggoda lewat chatt umum. Aku labrak langsung kok ya gak ngandel blas. Sampai malu aku ke teman-teman,” ternag ibu satu anak itu kepada Radar Surabaya.

Dari situ, Karin dan Donjuan sering bertengkar. Suaminya makin sering melakukan tindakan kekerasan karena Karin melarangnya berfoto. Karin melapor ke orangtuanya, namun Donjuan justru makin melonjak dengan meminta harta warisan karena sudah menjaga anaknya selama empat tahun ini.

“Saya enggak betah, saya sebenarnya enggak boleh cerai sama mama dan papa. Malulah, tapi kalau dipertahankan makan ati,” imbuhnya.

Sementara itu Donjuan mengaku foto-foto yang dipajang di medsos memang ingin menunjukkan harta kekayaannya kepada teman-temannya.

“Wajarlah. Saya merasa beruntung bisa punya mertua kaya. Kalau dipajang biasa sajalah,” kata enteng.

Pria yang bekerja sebagai marketing itu berharap dirinya masih punya harapan untuk bersatu dengan istrinya. Donjuan  masih berusaha mempertahankan dengan berjanji tidak akan meng-upload fotonya lagi ke medsos.

“Soal urusan wanita ya biarlah mereka menggoda. Toh aku hanya nanggapi di medsos, belum dunia nyata,” pungkasnya. (sb/han/jek/JPR)

 

Respon Anda?

komentar