ilustrasi

batampos.co.id – Hingga September ada 10 perusahaan yang menyatakan minat untuk mengelola air bersih di Batam. Semuanya berasal dari empat negara yakni Indonesia, Jepang, Filipina dan Korea Selatan.

“Yang sudah berminat ada sekitar 10 perusahaan. Dan kita masih menunggu,” kata Deputi V Badan Pengusahan Batam, Purba Robert Sianipar, Jumat (22/9).

Robert mengatakan saat ini BP Batam masih tetap dalam tahap menginventarisir peminat untuk ikut lelang. Dan di tahun 2018 mendatang baru pembuatan dokumen lelang nya.
“Di tahun 2019 baru pelaksanaan pelelangan. Semua punya kesempatan. Yang terbaik dan memenuhi syarat, dia yang pasti akan diperhitungkan,” katanya.

Robert mengatakan pelelangan ini bersifat terbuka untuk umum dan bisa diikuti oleh ATB. ATB berpeluang besar untuk memenangkan lelang nanti karena BP Batam telah menetapkan standar tinggi untuk pengelolaan air di Batam.

Dasar dari penetapan standar tinggi tersebut adalah karena prestasi ATB yang menyandang predikat terbaik Se-Indonesia. Predikat tersebut disandang karena jangkauan air ATB sudah mencapai 99 persen. Berikut juga dengan tingkat kebocoran yang hanya 15 persen.

“Sudah jelas nanti jika kami mengingikan bahwa pengelola air mampu berada setara atau lebih di atas ATB nanti,” pungkasnya. (ian)

Respon Anda?

komentar