batampos.co.id – Dinas Pendidikan Karimun, Sabtu (23/9) lalu mengumpulkan kepala sekolah SMP/sederajat Rayon 1 dan 2 se pulau Karimun untuk melakukan rapat koordinasi dalam penanggulangan narkoba masuk di kalangan pelajar.

Rapat koordinasi ini juga dihadiri perwakilan Yayasan Rehabsos Sado Karimun, Polres Karimun dan Pemkab Karimun diwakili oleh Plt Sekda Karimun M Tang.

”Saya minta Disdik lakukan koordinasi lintas sektoral dalam upaya pencegahan. Terutama, peranan guru BP di masing-masing sekolah, sehingga bisa segera dilakukan langkah-langkah selanjutnya. Termasuk pihak Yayasan Rehabsos Sado Karimun, agar bisa memberikan informasi lebih lanjut ketika ada temuan hal serupa,” jelas Plt Seda Karimun M Tang dalam kesimpulannya, di aula SMPN 2 Binaan Tebing.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Karimun Bakri Hasyim, dari hasil koordinasi antar kepala sekolah SMP/Sederajat agar bisa terus dilakukan pengawasan terhadap anak didik. Terutama para pelajar yang bermasalah, tujuannya supaya bisa mencarikan solusi terbaik agar para anak didik yang bermasalah bisa diatasi secepatnya.

”Sekali lagi saya tegaskan, disini tidak mencari siapa yang salah dan benar. Intinya, kita bertanggungjawab terhadap anak didik kita dalam penanggungalangan narkoba yang sudah masuk dikalangan pelajar,” tegasnya.

Sedangkan dari pihak Yayasan Rehabsos Sado Karimun Nurliza mengungkapkan, bahwa data yang positif menggunakan narkoba dari asal sekolah tidak bisa dipublikasikan. Yang jelas pihaknya, tidak membuat data fiktif tentang kalangan pelajar SMP menggunakan narkoba. Selain itu, pihaknya sudah melayangkan surat izin ke Dinas Pendidikan Karimun sejak awal tahun 2017 dengan nomor surat 004/SADO-IPWL/2017 tertanggal 09 Januari 2017 yang ditandangani oleh kepala Dinas Pendidikan Karimun Bakri Hasyim.

”Yang jelas kami, tidak sembarangan masuk ke sekolah-sekolah. Apabila tidak melapor aktivitas kami ke Dinas Pendidikan Karimun,” tegasnya.

Lanjutnya, paling penting adalah jangan anggap remeh terhadap anak-anak yang menghirup lem. Sebab, itu juga salah satu awal menggunakan Narkoba selain, mengkonsumsi obat batuk dengan campuran lainnya. Untuk itulah, pihaknya terus melakukan sosialisasi akan bahaya narkoba yang masuk ke kalangan remaja.

” Pokoknya, kita tetap terus jalan untuk memberikan sosialisasi mengenai napza. Maupun memberikan bantuan hukum terhadap pelajar yang tersandung dengan narkoba, termasuk rehabilisasi sosial dan konseling individu maupun kelompok dan keluarga,” paparnya.

Ditempat yang sama Kasat Binmas Polres Karimun AKP Eriman memaparkan dalam satu semester 2017 ini, sudah tercatat 111 kasus tindak kejahatan yang terjadi dilingkungan Polres Karimun. Dari 111 kasus tersebut, termasuk 31 kasus Narkoba dan pada bulan September ini sudah ada 53 kasus tindak kejahatan termasuk narkoba.

” Kalau dihitung per bulan ada 5 kasus narkoba. Minimal dalam satu minggu ada tangkapan tindak kejahatan , termasuk kasus narkoba,” ungkapnya.(tri)

 

Respon Anda?

komentar