Pelalawan Expo yang akan diselenggarakan 6 – 12 Oktober 2017 mendatangkan penyanyi Iyeth Bustami. Kegiatan yang digelar dalam rangka menyemarakan HUT yang ke-18 Pemkab Pelalawan ini juga diisi berbagai kegiatan dan perlombaan serta karnaval budaya sekaligus mempromosikan destinasi wisata Sungai Bono.

Sungai yang muaranya menciptakan gelombang obak tinggi, panjang, dan tidak putus-putus. Bono dikenal sebagai salah satu ombak sungai yang bisa untuk berselancar, atau surfing.

“Surfer dari Australia, pernah mencetak rekor, dengan selancar ombak Bono dinSungai Kampar, Pelalawan, Riau, 9-12 Maret 2016. Sebutannya, Bono Tujuh Hantu (The Bono Seven Ghosts) yang semakin dicintai turis-turis pencari adventure,” kata Menpar Arief Yahya.

Ada dua rekor yang berhasil pecah sekaligus.
Peselancar dari Inggris, Perancis, Brasil dan Amerika Serikat, Malaysia, Singapore, dan Brunei Darussalam, dibuat terpesona karenanya. Banyak wisman terkesan dengan aksi surfer Australia.

Rekor individual, dipecahkan James Cotton. Dia berada di atas ombak selama 1,2 jam dengan jarak tempuh 172 km. Catatan ini mematahkan rekor sebelumnya atas nama Steve King, Inggris, 12,23 km.

Agenda Pelalawan Expo dari tahun ke tahun memang selalu heboh. Di 2014, pedangdut Zaskia Gotik menghibur malam puncak expo. Sedangkan 2015, Siti Badriah yang didatangkan pelaksana. Untuk 2016, penyanyi dangdut senior Iis Dahlia yang menggoyang Pangkalan Kerinci. Dan di edisi 2017, giliran Iyeth Bustami yang digandeng

“Tahun ini kita mengundang Iyeth Bustami. Itu sudah fix dan telah dikonfirmasi kedatangannya untuk menghibur kita,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dibudparpora) Pelalawan, Andi Yuliandri, Minggu (1/10).

Selain Iyeth Bustami yang tampil 12 Oktober malam, setiap malamnya selama pelaksanaan Pelalawan Expo diisi berbagai kegiatan. Dari mulai perlombaan, karnaval budaya hingga pertandingan tarian, semua ada di Pelalawan Expo. Muaranya semua mengarah ke promosi destinasi wisata yang menjadi andalan Kabupaten Pelalawan yakni Sungai Bono.

“Ada perlombaan, karnaval budaya yang diisi oleh paguyuban yang ada di Pelalawan hingga pertandingan tarian. Ini juga sekaligus mempromosikan wisata Sungai Bono yang menjadi andalan,” kata Andi.

Bagi Andi, Bono memang sangat layak untuk terus dipromosikan. Alasan utamanya, Gelombang Bono sangat langka. Gelombang terbesarnya hanya ada dua di dunia. Pertama Kuala Sungai Amazon, Brasil. Satunya lagi di Kuala Sungai Kampar, Pelalawan, Riau. Tim ekspedisi Rip Curl bahkan sampai menjuluki ombak Bono di kuala Sungai Kampar dengan sebutan “may be unrivaled’, mungkin tak tertandingi. “Dan saat ini Bono sudah semakin dikenal oleh para pesurfer lokal maupun dunia,” tambah Andi.

Menteri Parwisata Arief Yahya selalu mengingatkan kepada daerah agar membuat event berkelas dunia. Menurutnya, wisata Sungai Bono sudah bisa dijual keluar sebagai destinasi yang menarik. “Bono sudah cocok dan gampang diingat dan dikenal serta sangat menjual,” kata Menpar Arief Yahya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mesyaratkan top-3 important message, yaitu gunakan standar event internasional, tetapkan kurator event, event harus sustainable, dan yang terpenting adalah CEO Commitment di daerah. “Bila sudah menetapkan pariwisata sebagai core economy daerah, maka keseriusan kepala daerah dalam mendukung sangat dituntut,” pungkas Menpar Arief Yahya. (*)

Respon Anda?

komentar