Karir Sephia , 37, sebenarnya cukup moncer. Lulus SMK, ia jadi pelayan di hotel. Karena tugasnya baik, maka atasannya meningkatkan karirnya sebagai sales marketing.

Wajah elok Sephia tak kalah dengan Nabila Syakib. Bedanya, Sephia sudah menjanda dua kali karena suaminya menceraikannya.

Pada usianya yang sudah 37 tahun, ia tampaknya masih mengutamakan hasrat seksualitasnya daripada keutuhan rumah tangganya.

“Ini kan pilihan hidupku. Enggak boleh ada yang menggangu gugat. Entah orang bilang aku nakal, ya enggak masalah. Yang penting aku fun,” kata Sephia, enteng.

Terlahir dari keluarga broken home, Sephia mengaku sejak kecil sudah terbiasa hidup bebas. Ia pernah hamil dua kali saat sekolah. Namun, ia pilih menggugurkannya dan berhasil.

Sephia terbilang beruntung dengan kecantikan wajahnya. Dua kali menikah, suaminya sangat mencintainya. Bahkan, waktu proses sidang gugatan cerai kepada Donwori, 35, justru  suami keduanya yang ingin mempertahankan mahligai rumah tangganya itu.

“Pelayanan saya enak, kali. Makanya suami pada enggak mau dicerai. Tapi, saya sudah jenuh. Suami melarang-larang saya jadi pegawai hotel dan menolak jabatan supervisor,” kata Sephia.

Mulanya, Sephia belum mau mengungkap alasan ia menggugat cerai. Selama bekerja 17 tahunan dalam dunia perhotelan, kinerjanya selalu disukai oleh atasannya. Tawaran jabatan naik bahkan pernah ia terima, tak hanya sekali-dua kali. Namun, Sephia menolak dan tetap mau jadi sales marketing dengan dalih jaringannya lebih leluasa.

“Jadi sales itu butuh pinter ngomong dan atur strategi. Masih belum waktunya juga menerima jadi bos yang tugasnya di dalam kantor saja. Masih butuh refreshing dan jalan-jalan,” alasan Sephia.

Ia pun mantap menceraikan suaminya. Apalagi selama ini ia menyatakan tidak pernah puas berhubungan badan dengan suaminya.

ilustrasi: fajar / radar surabaya

“Banyak laki-laki yang melayani saya. Ya kadang klien, kadang teman. Om-om juga. So, buat apa berhubungan dengan satu orang. Kalau kata orang- orang, sensasinya enggak ada,” papar wanita yang tinggal di kawasan Pucang tersebut.

Sementara itu,  Donwori masih ingin mempertahankan rumah tangganya karena mencintai istrinya.

“Dia itu baik, loyal dan tidak perhitungan. Tapi, kembali lagi itu pilihan hidupnya. Mungkin saya sudah dianggap basi,” kata pria yang bekerja di bidang ekspor impor itu.

Saat ini, Donwori sudah pisah rumah dan memilih kembali ngekos di kawasan Perak karena selama ini ia memang ikut di rumah mertuanya, atau rumah Sephia.

“Nikahnya baru dua tahun. Saya harap sampai akhirat, tapi takdir berkata lain,” pungkasnya dengan penuh sesal. (sb/han/jek/JPR/Umi Hany Akasah)

Respon Anda?

komentar