batampos.co.id – Kepala Gudang Bulog Baru Siantan Yunedi memastikan stok beras yang ada di gudang Bulog cukup untuk menangani jatah masyarakat miskin yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas hingga akhir tahun ini. Bahkan cukup hingga awal tahun 2018 mendatang. Pasalnya pada triwulan ketiga ini beras kesejahteraan untuk masyarakat miskin di Anambas sudah tiba digudang.

Iklan

Dijelaskannya, jumlah beras kesejahteraan (Rastra) yang dibutuhkan di Kabupaten Kepulauan Anambas pada triwulan ketiga dan keempat adalah sekitar 288 ton, sementara stok beras saat ini mencapai 439 ton. 39 ton merupakan sisa pembagian beras kesejahteraan pada triwulan pertama dan kedua. 400 ton lainnya baru dikirim dari divisi regional Pekanbaru.

“Jadi cadangan Rastra masih cukup,” ungkap Yunedi, kepada wartawan ketika ditemui digudang bulog baru Siantan yang ada di Antang desa Tarempa Timur kecamatan Siantan kemarin (3/10).

Untuk pembagian Rastra pada triwulan ketiga dan keempat sudah mulai berjalan. Namun belum terbagi ke seluruh rumah tangga sasaran (RTS) atau keluarga penerima Rastra. “Untuk triwulan ketiga dan keempat ini sudah ada yang ambil, tapi belum seluruhnya,” ungkapnya lagi.

Meski beras cadangan pangan pemerintah ini datangnya per triwulan, tapi ada RTS dari beberapa desa yang diberikan kemudahan untuk dapat mengambil jatah setahun sekali ambil. Seperti desa-desa yang ada di Kecamatan Jemaja maupun Jemaja Timur. Soalnya biaya transportasi susah apalagi musim saat ini sudah mulai musim angin Utara atau musim angin kencang.

“Untuk desa-desa dari kecamatan yang jauh dari pusat kota bisa ambil jatah satu tahun sekali ambil. Syaratnya harus ada rekomendasi dari camat,” jelasnya.

Dikatakannya, meski stok beras di gudang sudah cukup, tapi beras tersebut tidak bisa dijual kepada masyarakat. Karena beras tersebut merupakan beras cadangan pangan pemerintah yang tidak bisa dikomersilkan. Kecuali pemerintah daerah yang meminta dengan tujuan menyetabilkan harga beras di pasaran. “Sekarang tidak ada operasi pasar karena harga beras sudah stabil,” jelasnya. (sya)